Sabtu, 16 April 2011

Bagaimana meningkatkan omzet penjualan

Thursday, January 21st, 2010
oleh : Istijanto Oei

Saya memiliki usaha apotik yang sudah berjalan hampir 5 tahun. Selama ini omzet penjualan ya hanya segitu-gitu saja. Saya juga sudah menerapkan strategi sebagai berikut : harga murah, free konsultasi, good service. Yang ingin saya tanyakan bagaimana meningkatkan omzet penjualan? Sekedar informasi, di kota kami ada 1 apotik yang terkenal murah, setiap konsumen selalu membandingkan harga. Intinya, meski saya memberikan harga yang sama dengan apotik tersebut tetap saja tidak bisa mendongrak omzet penjualan kami. Demikian terima kasih.
Ita Andajani
ita@gitamulia.com

Jawaban

Yth Ibu Ita,
Terima kasih atas emailnya dan senang dengan usaha ibu di bidang apotek yang ikut menyehatkan masyarakat. Saya akan coba berikan solusinya atas masalah penjualan. Pada dasarnya, omzet penjualan bisa meningkat kalau (1) jumlah pembeli baru bertambah, (2) pelanggan membeli lebih banyak dan (3) pelanggan kita setia, tidak pindah ke pesaing.
Kita bahas satu per satu.

Pertama, tingkatkan jumlah pembeli baru yang belum pernah membeli ke apotek bu Ita. Alasan mereka tidak membeli bisa macam-macam, misalnya belum mengenal apotek Anda sehingga tahunya apotek pesaing, lokasi apotek Anda mungkin jauh, atau karena tawarannya selama ini tidak menarik. Untuk itu coba dicek, apakah apotek bu Ita sudah memasang spanduk dan papan nama yang jelas menunjukkan identitas sebagai apotek yang terpercaya. Karena apotek sudah berdiri 5 tahun, mestinya sudah cukup dikenal. Untuk itu coba lakukan pembaruan sehingga apoteknya tampak lebih segar (fresh). Perbarui spanduk atau tampilan luar apotek yang sudah usang dengan cat yang baru. Kemudian rutin tiap 1-2 bulan menyebar brosur ke perumahan di sekitar apotek, supaya mereka ingat kembali atau jadi mengetahuinya. Kalau lokasi apotek Anda kurang menguntungkan, tawarkan layanan antar sehingga orang tinggal order lewat telepon. Perlu diingat orang sakit susah bepergian jadi layanan antar sangat berguna.

Bu Ita menyampaikan kalau harga sudah murah atau sama dengan pesaing. Untuk itu perlu diberikan layanan yang merupakan nilai lebih. LAYANAN merupakan salah satu kunci kesuksesan di bisnis ritel. Untuk layanan, Ibu Ita juga mengatakan sudah memberi good service dan free konsultasi. Coba dicek lagi apakah layanan berikut sudah diberikan: pramuniaga melayani pembeli dengan ramah dan akrab. Ini bisa dilakukan dengan selalu menyambut ramah begitu pembeli datang dan mengucapkan terima kasih serta ucapan semoga cepat sembuh kalau selesai transaksi. Berikan perhatian personal. Intinya ciptakan layanan yang berkesan sehingga pembeli senang. Layanan lain adalah cepat tanggap sehingga pelanggan tidak menunggu lama, jaminan keaslian produk, layanan antar, layanan konsultasi dengan SMS, layanan pemesanan obat dengan telepon, dll. Selain itu yang penting juga adalah jam buka apotek. Ingat, kebutuhan obat seringkali mendadak dan bisa muncul kapanpun. Kalau mungkin usahakan jam buka apotek diperpanjang atau bahkan buka 24 jam (perlu perhitungan matang untuk operasionalnya).

Usahakan pula apotek tidak pernah menolak pembeli karena stok habis. Tujuannya supaya pelanggan tidak sempat mencoba ke apotek lain (pelanggan pada dasarnya suka beli di tempat yang biasanya, namun kalau tidak tersedia, ini membuka peluang mencoba ke apotek lain dan bisa keterusan untuk pindah). Untuk itu kalau ada pelanggan datang dan stok obat habis, coba usahakan bisa memenuhinya dan menawarkan untuk mengantarkan beberapa jam kemudian. Layanan yang luarbiasa bagusnya akan membuat pembeli berkesan dan mengajak relasi-relasinya membeli ke kita. Apalagi di kota kecil, peranan komunikasi dari mulut ke mulut sangat besar pengaruhnya.

Pembeli baru juga cepat bertambah kalau apotek bu Ita menjalin kerjasama atau networking dengan dokter yang ternama. Contohnya menyediakan ruangan praktek dokter di apotek Anda. Jadinya pasien yang selesai berobat akan membeli obatnya di apotek Anda.

Kedua, omzet meningkat kalau pelanggan membeli lebih banyak. Pelanggan yang sudah membeli obat misalnya, jangan lupa ditawari produk pelengkap. Misalnya ditawari beli juga vitaminnya, bantal penghangat, dll. Atau mungkin ada semacam pembelian paket. Ini bertujuan untuk memperbesar volume pembelian per pelanggan.

Ketiga, supaya omzet terus naik, kita perlu mempertahankan pelanggan. Caranya dengan menawarkan kartu keanggotaan (membership) pada pelanggan. Melalui kartu keanggotaan, kita dapat kumpulkan database pelanggan. Lalu kita rutin membina hubungan misal dengan mengirim SMS, menginformasikan dan memberi perlakuan spesial. Kalau membeli lagi dengan kartu anggota ada harga khusus atau poin hadiah sehingga mereka kembali lagi. Bahkan kartu boleh dipindahtangankan dalam satu keluarga sehingga memacu semuanya membeli di apotek Anda.

Demikian solusinya, silakan dicek kembali poin-poin di atas. Semoga apoteknya laris manis setelah melakukan strategi tersebut.

Salam bisnis dari Istijanto Oei, konsultan marketing di Prasetiya Mulya Business School.

8 Responses to “Bagaimana meningkatkan omzet penjualan”
  1. dika says:
    Selamat Pagi
    saya bekerja sebagai marketing,kebetulan menjual produk bahan banguanan,dimana anda tahu konsumen Indonesia selalu menginginkan harga yang murah.disisi lain sudah berbenah dengan promosi secara ATL dan BTL yang continue…. serta kualitas yang bagus.tapi di lapangan selalu ujung-ujungnya harga yang murah sehingga toko selalu menjual merek kompetitor.adakah panduan marketing yang cocok untuk konsumen yang selalu prefer harga yang murah…selain metode customer service yang baik atau ada gabungan metode yang tokcer.untuk bisa survive dan produk laku dipasaran.
    Semoga Bapak Istijanto Oei,memberikan pencerahan.
    atas perhatian-nya,saya ucapkan terima kasih.
    salam
    dika
  2. MK says:
    Kasusnya “Bagaimana Meningkatkan Penjualan” sama dg saya, Pak. Saya juga bingung, saya mengambil alih bisnis perlengkapan bayi karena tetangga saya (samping ruko) tutup & pulang kampung krn pemilik ruko yg disewanya menaikkan sewa 100%. Dulu saat dia pindah & buka (disamping ruko saya), dia selalu ramai dikunjungi pembeli, omsetnya juga bagus. Saat dia tutup bisnisnya, saya menggantikannya dg menjual perlengkapan bayi yg bahkan lebih lengkap daripada dia. Harga saya juga bahkan lebih murah & fasilitas free gift wrapping + bonus. Sudah hampir 1,5 thn namun omset saya tidak bisa sebesar dia — cuma separuhnya saja. Ini saya yakin, krn pernah lihat grafik penjualannya dulu. Padahal modal saya 3x lipat dibanding dia. Ada juga toko2 saingan yg menaruh harga tinggi, kemudian didiskon 50% agar kelihatan murah, didekat kami. Padahal kami lebih murah krn margin kami sedikit, tp org2 suka minta diskon 30-50%…. jd kami gak bs dong. Masa kemakan modal! Bangunan ruko udah dicat baru, papan nama udah diperbaharui, barang2 semakin lengkap tapi omset gak naik2… Malah ada yg gak jadi masuk setelah masuk toko karena melihat kami bukan warga pribumi. Yah, ada juga yg berkomentar berbau SARA & gak jadi beli. Padahal pelayan2 kami warga pribumi, ramah2 juga. Heran, pokoknya saya pusing banget… udah lengkap mulai boneka bulu, remote toys, baby clothes, dll tp perputaran omset lambaaatt. Selama ini saya pernah kerja belasan tahun dibidang food service, jd udah biasa jualan dgn turnover yg cepat. Pusing lihat lambannya kemajuan usaha ini. Gimana usulan Bapak? Siapa tau Bapak bisa memberi usulan baru yg bs buka mata saya? Terima kasih.
  3. dede hidayat says:
    saya memiliki usaha pupuk organik ..yg sudah berjalan hampir 3 thn,selama ini.omzet penjualan ya hayna segitu2 saja…saya jug sdh menerapkkan strategi sbgai berikut : harga terjangkai,free consultasi,good servise,.yg ingin saya tanyakan bagaimana ,meningkatkan omset penjualan ??????.. sekedar informasi..di kota kami hanya 1 yg terkenal baguss,setiap konsumen selalu membandingkan harga..intinya..meski sya memberikan harga yg sama dgn pupuk yg laen..tetap saja tidak bisa mendongkrak omzet penjualan kami..
  4. mira says:
    permasalahan MK ttg usaha perlengkapan baby sama dengan sayapa, saya sudah berusaha melengkapi toko saya tapi omzet yg saya dapet segitu-gitu saja. di dkt toko saya ada toko yg sudah lama dan sudah memiliki pelanggan. gmn caranya saya menarik pelanggan agar mau berkunjung dan lama-lama menjadi pelanggan saya?
  5. priyo says:
    kalau say punya usaha online, dan lagi cari2 informasi bagaimana mendongkrak penjualan, karna susahnya online adalah benar2 bergantung pada search engine
  6. Coba membuka sebuah website dan memulai marketing lewat internet, ada banyak hal yang bisa dilakukan, tidak hanya bergantung pada search engine. social media juga cara yang efektif untuk pemasaran, dan banyak hal lain…
    -suksma-
    XINERGI.NET
    Bali Internet Marketing and Business Center
  7. zainur rochman says:
    saya punya usaha axogy….yaitu air murni ekstra oksigen..punya pelanggan baru 10. harga isi ulang cuma 13ribu…bagaimana cara meningkatkan omzet.dulunya punya pelanggan 30an.tapi 20 berhenti.ada juga yang sebulan sekali.gimana solusinya.
  8. ezaa says:
    Kayaknay budget iklan nya perlu di naikan deh :)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar