Senin, 09 Mei 2011

Belajar dari temen tionghoa

“Wawa, dagangan bapakmu begitu banyak apa saja ada, gimana cara menghitung hari ini untung berapa.? Hari ini rugi apa enggak misalnya..?” tanyaku pada salah seorang sahabat Cina yang dulu pernah bareng-bareng sebangku sekolah di kampungku, panggilannya Wawa.

“Walah-walah...Coro de’e emang wong Cino dikiro uteke canggih banget po iso ngetung detail ngono kuwi .? (Walah..menurut kamu dikira orang cina canggih banget bisa menghitung detail seperti itu.?)” katanya sambil tersenyum.

Saya penasaran sekali dengan hasil temuan yang saya dapatkan. Harga-harga barang di tempat Cina-cina di kampungku yang jualan grosir kok kadang harganya mepet sekali dengan harga termurah yang saya survei grosir-grosir di Jakarta.

Untuk menjawab pertanyaan itulah saya akhir-akhir ini saya sering merapat banyak mengumpulkan informasi dan sharing dari temen-temen Cina, dan juga dari temen-temen yang pernah atau masih bekerja di toko-toko Sahabat-sahabat Cina di kampungku.

“Ngene (gini) tak ajari ilmu rahasia Engkoh-engkoh itu ya, hanya wong apikan koyo kowe wae sing tak ajari loh..hehehe...” Katanya

Napas bisnis itu adalah cashflow, pokoke nek duit itu bisa muter terus pasti awake dewe (kita) bisa numpang urip (hidup). Namanya uang berputar itu tidak harus selalu diatas terus, kadang dibawah juga. Kadang ada kenaikan harga di hulu sana kita ketinggalan harga dan jual rugi itu juga biasa, enggak apa-apa teruslah memutarkan uang kita” katanya..

“Meskipun enggak ada saingannya, kita hanya ambil margin sedikit saja, 10% itu sudah gede banget, beberapa malah 1-2 % saja, tapi perputarannya yang diutamakan dan nanti secara periodik kita ambil sedikit demi sedikit secara berkala. Misalnya di test kita ambil modal kita 500ribu disimpan apakah masih bisa jalan..? kalau bisa maka yang kita sebut KEUNTUNGAN BISNIS ya yang 500ribu itu. Bulan depan modal kita tarik lagi...kalau memungkinkan nariknya lebih banyak..lebih banyak..gitu terus..dan kalau nanti cashfow terganggu ya kita kurangin penarikanya, gampang kan..?” Katanya..

“Uang-uang tarikan modal itu nanti buat beli tempat lagi, atau disimpan dalam bentuk emas, dan gitu terus, dan yang paling penting GAYA HIDUP kami meski bisnis lagi bagus tetap tidak berubah, makanya nabungnya makin lama makin gede. Kamu bisa lihat toko Cina yang hanya jualan teh di depan itu yang kelihatannya kusam dan enggak laku, jangan salah Enkoh tua yang sering kemana-mana gandengan sama istrinya emas batangannya banyak sekali..hehehe..” Mmmmm..begitu ya...kataku dalam hati.

“Oo..sakjane hanya sederhana saja ya.?” Kataku pada Wawa

“Ya iya Cuma gitu, gila apa, emang cerdas banget, orangtuan atau embah-embah kita harus menghitung detail banget one by one seperak dua perak keuntungan kita seperti itung2an di alfamaret atau indomaret itu.?” Saya tersenyum dengan gaya bicara sahabat Cina saya ini.

Oya, orang-orang Cina di kampungku itu sebagaian besar hubungannya dengan orang-orang jawa baik-baik sekali. Bahkan kadang ada yang bahasa jawanya lebih medok dari kita.

Dialog sederhana Saya dan Wawa ini saya tuliskan disini agar para kita yang bukan Etnis Cina juga bisa belajar dan mengaplikasikan hal ini pada bisnis kita. Tahun ketiga saya berbisnis banyak sekali saya menemukan banyak temen-temen yang memulai bisnis dan berhenti tidak lama sebelum seumuran jagung hanya karena tidak memiliki wawasan seperti ini barangkali.

Untung yang segede-gedenya, adalah jurus yang umumnya dipakai oleh kawan-kawan pebisnis pemula. Ketika ada kawan lainnya yang ternyata jual lebih murah mereka kelabakan dan menganggap bisnis yang ada depannya itu tidak lagi bisnis yang nyaman, dan dia akan ganti lagi...nanti ganti lagi..begitu terus...hehe..dan suatu saat berhenti kecapekan..

AMBIL MARGIN SEDIKIT SAJA...inilah yang saya akan ingat-ingat...putar Terus uang kita, karena CASHFLOW ADALAH NAPAS bisnis dan TARIK MODAL SECARA PERIODIK dengan catatan bisnis tetap jalan..


Cerita-cerita langsung dari lapangan mengenai strategi bisnis temen2 Tionghoa yang lainnya nanti akan saya ceritakan lagi..banyak sekali kok yang bisa kita pelajari dari mereka...

Semoga Anda Terinspirasi..

Selamat Berpetualang..dalam Bisnis Dunia Anda..!

Hadi Kuntoro

Minggu, 08 Mei 2011

Bisnis Pulsa Mudah Dan Murah

Kebutuhan masyarakat untuk berkomunikasi tidak lagi terbatas, apalagi saat ini penggunaan telepon genggam atau handphone sudah menjamur. Keadaan ini ternyata menguntungkan beberapa pihak, salah satunya adalah agen isi ulang pulsa.
Bisnis pulsa memang punya prospek yang bagus kedepannya. Saat ini pulsa bukan lagi kebutuhan mewah, tapi sudah menjadi kebutuhan pokok yang hampir semua orang memerlukannya. Pertumbuhan teknologi komunikasi berkembang semakin pesat. Untuk memiliki HP tidak lagi harus mengeluarkan uang yang besar. Hal inilah yang memicu berkembangnya pengguna alat komunikasi, yang selanjutnya permintaan akan pulsa elektrik semakin besar.
Bisnis pulsa merupakan peluang usaha dengan modal kecil, yang sangat booming saat ini. Bagaimana tidak. Lebih dari 75% pengguna ponsel di indonesia menggunakan kartu pra bayar. Dengan kata lain, mereka perlu melakukan pengisian pulsa secara rutin. Dan rata-rata pengisian pulsa yang dilakukan oleh mereka adalah 2-3 kali dalam 1 bulan. Dan yang lebih mengejutkan, lebih dari 75% dari mereka senang menggunakan pengisian pulsa elektrik untuk melakukan pengisian pulsa.
Konsumen
Sasaran pasar bisnis pulsa adalah masyarakat umum yang memiliki handphone, terutama masyarakat yang ada di sekitar lingkungan Anda. Karena setiap pemilik handphone selalu membutuhkan pulsa untuk kelancaran komunikasi mereka.
Keunggulan produk
Ini yang menyebabkan menjamurnya bisnis pulsa. Dan sekarang untuk menjalankan bisnis ini kita tak perlu mengeluarkan biaya besar, hanya dengan satu buah handphone dan melakukan deposit di counter-counter  yang melayani bisnis pulsa elektrik, kita sudah bisa masuk di dunia bisnis ini. Maka tak heran jika banyak para mahasiswa, karyawan, bahkan ibu rumah tangga yang mengambil kesempatan ini. Mereka tetap bisa beraktivitas sambil menjalankan bisnis pulsa elektrik. Konsumennya pun seputar lingkungan sendiri, seperti teman kampus, teman kantor, ataupun teman arisan.

Dalam satu hari kita bisa melayani 3 – 5 kali transaksi. Dan dengan keuntungan Rp. 1.000 per transaksi, sudah cukup menguntungkan bagi mereka yang menggeluti bisnis ini.
Para konsumennya pun sebenarnya sangat diuntungkan, karena dengan adanya teman atau tetangga yang menjual pulsa elektrik, kita tak perlu jauh-jauh pergi ke agen atau counter pulsa. Atas dasar kepercayaan dan hubungan pertemanan, kita dapat dengan mudah mengisi pulsa dengan cara sms atau telepon pada orang yang menjual pulsa tersebut dan tanpa perlu menunggu lama pulsa anda pun sudah langsung terisi. Mudah, praktis, dan cepat kan??
Pemasaran
Pemasaran bisnis pulsa dengan menggunakan satu chip, dapat dipasarkan melalui rekan kerja maupun kerabat Anda dengan menerima permintaan melalui sms, telepon maupun datang langsung menemui Anda. Biasanya para konsumen lebih menyukai yang mudah melalui sms atau telpon, daripada harus keluar beli pulsa di conter.
Kendala
Karena banyaknya konsumen yang berasal dari rekan maupun kerabat meminta pulsa melalui sms maupun telepon dan membayarnya belakangan setelah kita bertemu dengan mereka, mengakibatkan proses pembayaran mereka sering tidak lancar alias pada ngutang. Selain itu ada beberapa provider yang sering mengalami gangguan, sehingga proses transaksi pulsa pun juga sering gagal dan membuat para konsumen lama menunggu.
Analisa Ekonomi 
Berikut kami cantumkan analisa bisnis pulsa mudah dan murah dengan menggunakan satu chip :

Modal awal
Deposit Pulsa                                          Rp 400.000,00
Handphone second untuk transaksi                       Rp 300.000,00+
TOTAL                                                  Rp 700.000,00

Pemasukan
Omset/ hari : Minimal 15 kali transaksi per hari,
dengan Laba Bersih Rp 1000,00 per transaksi.
Laba bersih/ hari    : 15 transaksi x Rp 1.000,00    = Rp  15.000,00
Laba bersih/ bulan   : 30 hari x Rp 15.000,00        = Rp 450.000,00
Banyak pakar telekomunikasi yang memprediksi pengguna ponsel akan terus meningkat seiring meningkatnya populasi penduduk indonesia. Semua hal inilah yang menjadikan bisnis pulsa jadi bisnis yang mempunyai prospek yang lumayan bagus kedepannya. Salam sukses
sumber gambar http://1.bp.blogspot.com & http://threestar123.blogdetik.com

WARUNG SEMBAKO

Mungkin benar bila modal uang merupakan salah satu hal yang dibutuhkan dalam memulai usaha. Namun memiliki modal uang yang terbatas, bukan menjadi satu alasan bagi Anda untuk mengurungkan niat menjadi pengusaha. Banyak cara bisa Anda coba untuk membuka usaha, walaupun dengan modal terbatas.
Mencoba bisnis rumahan dengan modal kecil, merupakan sebuah solusi yang bisa Anda jalankan untuk mendapatkan penghasilan cukup besar. Meskipun memulainya dari rumah, namun pertumbuhan bisnis rumahan dengan modal kecil sekarang ini sudah tidak bisa dipandang sebelah mata. Banyak pengusaha yang kini bisa sukses membawa bisnis rumahan menjadi industri besar, baik skala lokal maupun nasional.
Apa Anda juga berminat? Untuk membantu Anda yang ingin mencoba bisnis rumahan dengan modal kecil, berikut kami informasikan salah satu ide bisnis yang bisa Anda jalankan.
Peluang bisnis warung sembako
Kebutuhan masyarakat akan sembako (sembilan bahan pokok) menjadi lahan bisnis yang cukup menguntungkan bagi Anda. Tidak seperti peluang bisnis lainnya, bisnis sembako tidak mengenal kata musiman. Sebab produk sembako akan tetap dibutuhkan masyarakat setiap hari. Jadi tidak salah bila Anda mencoba membuka bisnis sembako dari rumah.
Konsumen
Sembako merupakan kebutuhan pokok masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Jadi bisa dibilang konsumen sembako mencakup semua kalangan, baik kalangan masyarakat menengah keatas maupun menengah ke bawah. Karena Anda membuka usaha dari rumah dan berada di tengah pemukiman warga, maka sasaran pasar Anda meliputi para ibu rumah tangga di sekitar Anda, anak kost, dan masyarakat umum yang melewati warung sembako Anda.
Info bisnis
Pada umumnya menjalankan bisnis sembako di rumah, terbilang cukup mudah. Anda hanya perlu melakukan hal-hal berikut untuk menjalankan bisnis sembako.
1. Karena menjalankannya di rumah, maka sebelum membuka usaha sebaiknya siapkan ruang kosong yang akan digunakan untuk usaha. Anda bisa membuka usaha di teras rumah, atau di garasi rumah Anda.
2. Siapkan peralatan dan perlengkapan yang dibutuhkan untuk membuka warung sembako. Misalnya saja meja, etalase, rak, timbangan, kalkulator, gunting, plastik, dll.
3. Menyediakan produk-produk yang banyak dibutuhkan masyarakat setiap harinya. Seperti beras, gula, minyak goreng, telur, susu, minyak tanah atau gas elpiji, tepung, garam, mie instan, sabun, dll.
4. Mencari tempat kulakan atau grosir sembako yang menawarkan produk lengkap dengan harga murah. Dengan begitu Anda bisa menjual barang-barang tersebut dengan harga bersaing. Bila perlu Anda bekerjasama dengan distributornya langsung, jadi Anda bisa mendapatkan harga kulakan jauh lebih murah.
5. Atur warung Anda semenarik mungkin, dengan demikian konsumen bisa merasa nyaman dan senang berbelanja di tempat Anda. Jaga kebersihan dan kerapian warung Anda, dan usahakan konsumen bisa melihat langsung produk yang akan dibelinya. Hal tersebut akan membuat konsumen lebih yakin dengan kualitas produk yang Anda tawarkan.
6. Pastikan untuk selalu memperhatikan persediaan sembako apa saja yang hampir habis, sehingga Anda bisa menentukan produk-produk yang harus Anda belanjakan di hari tersebut.
7. Karena harga sembako sering mengalami pasang surut, maka usahakan selalu mencari informasi perkembangan harga sembako di pasaran. Ini sangat penting, untuk menghindarkan Anda dari resiko kerugian. Kelebihan bisnis
Bisnis sembako bisa dibilang sebagai salah satu peluang bisnis yang memberikan banyak keuntungan bagi Anda. Setiap harinya masyarakat membutuhkan produk sembako untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari, tentu ini memberikan peluang bagi Anda untuk mendapatkan penghasilan cukup besar. Karena kebutuhan pasar akan produk sembako masih sangat tinggi.
Kekurangan bisnis
Selain memberikan banyak keuntungan, dalam menjalankan bisnis sembako Anda juga dihadapkan pada beberapa hambatan. Apa saja hambatan tersebut? antara lain sebagai berikut :
1. Pasang surut harga sembako yang ada di pasaran
2. Pasokan barang-barang sembako yang terkadang sulit. Kenaikan harga membuat sebuah produk cukup langka dipasaran
3. Tingginya persaingan bisnis. Bukan hanya bersaing dengan sesama warung sembako, namun para pelaku usaha juga harus bersaing dengan minimarket yang banyak di buka di pemukiman warga.
Pemasaran
Strategi pemasaran yang paling efisien untuk bisnis warung sembako adalah promosi dari mulut ke mulut. Untuk itu nformasikan bisnis Anda kepada para tetangga dan kerabat Anda. Dari promosi tersebut masyarakat sekitar akan mengetahui keberadaan warung sembako yang Anda buka. Selain itu Anda juga bisa memasang spanduk besar di depan warung sembako Anda, tuliskan nama warung dan produk apa saja yang ditawarkan. Cara tersebut akan menarik minat konsumen untuk mampir membeli di warung Anda.
Dalam memasarkan bisnis Anda, yang terpenting berikan harga bersaing dan tawarkan barang-barang sembako dengan beragam kualitas. Hal tersebut perlu dilakukan untuk menjangkau semua kalangan. Dan untuk menjaga loyalitas konsumen, pastikan Anda selalu memberikan pelayanan terbaik kepada para konsumen. Layani dengan ramah dan pastikan Anda selalu jujur pada para konsumen, tunjukan mana produk yang berkualitas super dan mana produk yang berkualitas standar. Dengan begitu konsumen selalu mendapatkan kepuasan ketika berbelanja di warung sembako Anda.
Kunci sukses
Karena persaingan bisnis warung sembako cukup tinggi, maka berikan nilai lebih pada warung Anda agar konsumen tidak berpindah ke warung lain. Usahakan selalu mencari informasi harga pasar untuk mendapatkan harga yang bersaing, agar konsumen tidak kabur. Lebih baik mengambil laba sedikit namun loyalitas konsumen tetap terjaga.
Anda juga bisa melengkapi warung sembako dengan produk-produk yang banyak dicari konsumen. Semakin lengkap produk yang ditawarkan, maka akan semakin tinggi peluang konsumen datang ke warung Anda. Bila perlu bukalah warung tersebut lebih pagi dari para pesaing Anda, ini memberikan peluang bagi Anda untuk mendapatkan lebih banyak konsumen.
Analisa Bisnis

Asumsi
Usaha dijalankan di rumah, jadi tidak ada biaya sewa tempat.

Modal awal
Etalase      Rp 1.000.000,00
Rak, timbangan, kalkulator, dll   Rp   500.000,00
Stok produk-produk sembako :
- 2 kwintal beras Rp 1.300.000,00
- 20 kg gula pasir Rp   190.000,00
- 20 kg minyak goreng Rp   250.000,00
- 10 kg telur ayam Rp   110.000,00
- 10 kg tepung terigu Rp    95.000,00
- 10 susu kaleng Rp    65.000,00
- Stok Teh dan kopi Rp   100.000,00
- Aneka sabun cuci Rp   100.000,00
- Aneka sabun mandi Rp   100.000,00 +
Total      Rp 2.310.000,00 +
Total modal      Rp 3.810.000,00

Peralatan mengalami penyusutan setelah 3 tahun (36 bulan) pemakaian,
Rincian : 1/36 x Rp 1.500.000,00 = Rp 41.700,00

Biaya operasional per bulan
Belanja barang dagangan    Rp 3.000.000,00
Biaya listrik     Rp   100.000,00
Biaya transportasi belanja   Rp   150.000,00
Biaya penyusutan peralatan   Rp    41.700,00 +
Total      Rp 3.291.700,00

Omset per bulan
Penjualan per hari rata-rata Rp 150.000,00
Omset per bulan @ Rp 150.000,00 x 30 hari Rp 4.500.000,00

Laba bersih per bulan
Rp 4.500.000,00 - Rp 3.291.700,00 = Rp 1.208.300,00

ROI (Return of Investment)
(modal awal : laba bersih per bulan) = ± 3 bulan
Cukup mudah dan murah bukan? Bagi Anda yang mencari peluang usaha di rumah, tidak ada salahnya jika Anda mencoba membuka warung sembako. Karena selain mudah dan murah, keuntungan yang diperoleh juga cukup menggiurkan. Semoga bermanfaat dan salam sukses.
Sumber gambar : http://propertypeye.com.au/wp-content/uploads/2011/01/moneyhouse.jpg dan http://www.hanyawanita.com/i/art/adved_1233645475.jpg

SHARING MINIMARKET KK

10 Cara Sukses Bagi Peritel Meraup Keuntungan Besar

Siap atau tidak, ritel di Indonesia bakal menghadapi persaingan yang demikian sengit. Apalagi dengan semakin maraknya ritel-ritel asing di Indonesia yang punya kekuatan merek dan fulus yang “tak terbatas”. Oleh karenanya ritel di Indonesia perlu mewaspadai atau memahami berbagai tren yang akan terjadi pada dunia ritel di masa depan. Berikut adalah 10 hal yang bisa menentukan masa depan ritel.
  • Promosi harga sudah seharusnya
    Setiap ritel, baik ritel kecil maupun besar ataupun ritel untuk segmen bawah atau premium. Semuanya tak akan lepas dari promosi harga. Strategi ini seolah sudah menjadi strategi generik. Sama halnya dengan obat yang menawarkan kemanjuran strategi ini tidak bisa dijadikan strategi yang unik. Namun demikian strategi ini juga tidak bisa ditinggalkan.
    Kini pilihannya adalah kapan program promosi harga ini dilakukan dan kreativitas apa yang bisa dikembangkan. Beberapa peritel merek premium berkreasi dengan menawarkan program diskon besar-besaran pada malam hari. Program midnight sale ini ternyata disambut antusias dan seolah mulai menjadi wabah di ibu kota.
    Kreativitas dalam promosi harga juga tidak selalu dalam bentuk diskon. Promosi harga bisa juga dilakukan dalam bentuk cash back atau buy one get two. Namun apapun kreativitas yang dilakukan, peritel di masa depan tak akan bisa meninggalkan program promosi harga begitu saja.
    • Menjual experience lebih penting
    Produk yang dijual memang menjadi daya tarik bagi konsumen untuk datang ke ritel. Namun demikian, jangan terpaku pada produk tanpa menghadirkan pengalaman yang unik bagi konsumen. Yang lebih menjadi daya tarik bagi konsumen untuk datang ke Bread Talk atau Jco bukanlah roti abon atau donat rasa almond, tetapi pengalaman terhadap merek itu sendiri.
    Berdasarkan riset dari Nielsen, 93 persen dari konsumen Indonesia menjadikan ritel sebagai tempat rekreasi. Mereka akan semakin banyak berbelanja jika terpuaskan oleh pengalaman yang diciptakan oleh peritel. Experience ini bisa dikembangkan melalui banyak dimensi seperti permainan dengan panca indera (tampilan, bunyi, bau, dll), maupun melalui interaksi dengan konsumen. Itulah sebabnya, menjual pengalaman akan menjadi hal yang lebih dicari oleh konsumen ketimbang produk yang dijual.
    • Berlarilah dengan teknologi
    Teknologi akan berperan besar bagi ritel di masa depan. Sekalipun konsumen menganggap pergi ke ritel sebagai rekreasi, mereka tetap saja merupakan konsumen yang tidak sabaran. Di zaman serba cepat ini, mereka membutuhkan pelayanan yang cepat dari sebuah ritel.
    Ada tiga macam teknologi yang akan mempengaruhi kekuatan ritel masa depan. Pertama adalah teknologi di bidang inventori, dimana peritel membutuhkan teknologi yang bisa dengan cepat mengidentifikasikan inventori dan memberi sinyal dengan cepat jika terjadi kekosongan barang. Kedua adalah teknologi di bidang transaksi. Ritel masa depan membutuhkan teknologi yang bisa membuat transaksi selesai dalam waktu lebih cepat serta tidak menciptakan antrian yang panjang. Ketiga adalah teknologi yang bisa membantu menciptakan retensi dan hubungan dengan pelanggan. Misalnya untuk menginformasikan point reward atau produk-produk baru melalui ponsel.
    Teknologi seperti RFID (Radio Frequency Identification) atau LBS (Location Based Service) tampaknya akan bermunculan di masa mendatang karena teknologi semacam inilah yang bisa membantu peritel memberi pelayanan yang cepat dan tepat.
    • Mengikat konsumen dengan program loyalty
    Di masa depan peritel harus punya program loyalty yang unik dan experiential bagi konsumen. Semakin banyaknya pilihan ritel membuat konsumen tidak bisa loyal kepada satu ritel. Lihat saja hasil survei di AS yang menunjukkan bahwa cuma 15 persen konsumen yang selalu datang ke ritel yang sama. Oleh karena itulah peritel harus memiliki program loyalty yang kuat untuk mengikat mereka.
    Program loyalty dilakukan bukan dengan kartu anggota atau kartu diskon semata. Program loyalty harus disusun berdasarkan kebutuhan konsumen yang unik. Oleh karena itu pengumpulan dan penggalian database akan semakin penting bagi peritel. Database yang baik akan menjadi kekuatan menyusun program loyalty.
    • Co-branding dengan semakin banyak pihak
    Untuk menciptakan program loyalty secara terus-menerus, peritel mau tidak mau harus melakukan co-branding dengan banyak pihak. Co-branding bisa dilakukan dengan sesama partner di dalam industri maupun partner di industri lain. Tujuannya adalah untuk memperkuat dampak promosi yang dilakukan dan mengefisiensikan program-program promosi.
    Selain itu, co-branding juga membuat kreativitas ritel tidak terpaku pada program-program yang konvensional. Indomaret berkerjasama dengan Mandiri mengeluarkan kartu yang bukan hanya menjadi kartu isi ulang tetapi juga bisa dipergunakan untuk membayar listrik dan telepon di toko-toko Indomaret. Artinya Indomaret kini bukan sekadar menjual produk kebutuhan rumah tangga, tetapi juga point of payment untuk berbagai pembayaran rutin.
    • Fokus kepada individu dan interaktif
    Di masa depan, konsumen ingin dilihat sebagai individu dan bukan sebagai orang yang sama dengan yang lain. Mereka mengharapkan ritel memberikan banyak fleksibilitas bagi konsumen untuk menentukan apa yang mereka mau. Oleh karena itu peritel harus mempersiapkan topping dan fitur yang banyak untuk dipilih oleh konsumen. Seperti halnya eskrim, produknya boleh sama, tetapi konsumen bisa menaruh bermacam-macam tambahan di atas eskrim tersebut. Kalau perlu, konsumen akan terjun langsung ke pembuatannya sehingga mereka lebih bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan.
    • Totalitas dalam pelayanan akan menjadi tuntutan konsumen
    Konsumen Indonesia akan semakin melihat pelayanan prima sebagai sebuah keharusan di dunia ritel. Menurut survei yang dilakukan oleh Accenture di beberapa negara, ternyata keputusan pembelian nomor satu dipengaruhi oleh pelayanan. Di Indonesia sendiri kesadaran ritel di bidang pelayanan sebenarnya sudah bertumbuh, namun demikian komitmen pelayanan ini masih terbatas pada keramahan saja. Padahal totalitas dalam pelayanan mencakup banyak aspek, mulai dari konsumen masuk sampai ke layanan purna jual.
    • Fast fashion
    Peritel akan menghadapi rentang waktu yang semakin pendek dari sebuah produk untuk menjadi fashion product. Ibaratnya, kalau hari ini konsumen berebut membeli produk yang lagi “in”, maka besok, konsumen berharap produk yang lagi in tersebut sudah berubah.
    Dengan perubahan yang cepat, peritel harus selalu fleksibel untuk menyediakan item-item baru dalam waktu yang relatif singkat. Ritel seperti Chico di Inggris selalu menawarkan merchadising baru setiap dua atau tiga minggu. Dengan demikian pengunjung selalu disegarkan dengan tampilan baru.
    • Green Program
    Kesadaran lingkungan juga akan menghinggapi konsumen ritel. Edukasi kepedulian lingkungan seperti global warming akan semakin kuat. Akibatnya konsumen juga semakin sadar akan pentingnya menjaga lingkungan. Bagi peritel, isu-isu lingkungan harus bisa ditangkap dengan baik dan diterjemahkan ke dalam program peritel.
    Green program yang sekarang lagi tren dijalankan adalah pengurangan penggunaan plastik untuk membawa belanjaan. Carrefour misalnya, sudah mulai menjual kantong yang bisa dipakai terus sehingga tidak membuat pencemaran lingkungan oleh pembuangan plastik berlebihan. Beberapa peritel bahkan memberikan poin tambahan jika konsumen membawa kantong sendiri dari rumah.
    • Channel retail yang semakin kabur
    Jangan kaget kalau nantinya kita sulit mencari channel yang benar-benar spesialis di satu kategori produk. Kecenderungannya setiap peritel ingin mengikat konsumen sehingga ahirnya mereka berusaha menjadikan ritelnya sebagai one stop shopping. Selain itu tuntutan konsumen agar ritel menghadirkan sesuatu yang berbeda membuat peritel akhirnya justru menambah item produknya dari berbagai macam kategori. Seperti halnya apotik menjual makanan, toko buah menjual produk rumah tangga. Di luar negeri, hipermarket juga berjualan mobil.
    (Sumber: Majalah MARKETING Edisi Juli 2009)

    Merintis Usaha Minimarket dengan Modal Terbatas

    Untuk merintis bisnis minimarket ada beberapa jalan yang dapat dipilih, yakni membuka minimarket mandiri dengan nama dan desain sendiri (non-franchise) atau mengambilfranchise. Bagi Anda yang memiliki modal yang kuat dan tak ingin dipusingkan dengan persoalan manajemen usaha namun ingin memiliki usaha minimarket, tentu Anda dapat mengambil bisnisfranchise minimarket. Konsekuensinya modal yang perlu dikeluarkan cukup besar.
    Sementara itu bagi Anda yang tertantang untuk merintis bisnis minimarket dari nol, Anda bisa memilih untuk membangun usaha minimarket non franchise tersebut. Namun sebelum memutuskan untuk membuka minimarket, banyak hal yang perlu disiapkan di antaranya mengetahui manajemen usaha minimarket, inventory barang, manajemen SDM, pengaturan produk display, hingga pengaturan belanja dan stock barang. Nah bagi Anda yang tak memiliki pengalaman di bidang manajemen pengelolaan usaha ritel, jangan khawatir, kini telah banyak jasa konsultan yang mampu membantu Anda mewujudkan impian merintis bisnis minimarket dengan modal yang terbatas. Pasalnya, investasi yang diperlukan untuk membuka minimarket non franchise pastinya lebih terjangkau dan Anda pun tak perlu berbagi keuntungan maupun royalty dengan pihakfranchisor.

    Tahapan Bisnis.
    Langkah pertama yang harus dimiliki pebisnis yang ingin memiliki minimarket adalah mutlak harus memiliki tempat usaha diluar modal. Idelnya luasan minimarket mulai dari 50 m2 sampai 150 m2. Meskipun hanya memiliki ruko atau tempat usaha hanya 50 m2, namun upayakan lebar bagian depan tempat usaha tidak kurang dari 5 meter. Yang membedakan minimarket dengan departemen store yang juga perlu diperhatikan adalah jumlah orang yang lalu lalang dikawasan tersebut. Ingat, 80% pengunjung miniamrket adalah orang pejalan kaki, sehingga cari lokasi yang mudah dijangkau pejalan kaki. Pastikan lokasi usaha yang akan dibangun minimarket tersebut berada di kawasan stratagis seperti ruko kompleks perumahan, pinggir jalan yang ramai atau sepanjang jalar masuk menuju kompleks perumahan.
    Langkah kedua, Seperti usaha lainnya urusan perizinan usaha seperti izin usaha dari lingkungan sekitar (RT, RW, Kelurahan dan Kecamatan), Departemen Perindustrian dan Perdagangan setempat, SIUP, NPWP, TDP hingga hak izin undang-undang gangguan (HO).
    Langkah ketiga adalah menghitung biaya yang akan dikeluarkan tiap meter persegi. Rasio investasi sebuah minimarket mulai dari Rp 3-4,2 juta/m2. Dengan demikian jika Anda ingin membuka usaha minimarket dengan luasan 50 m2setidaknya modal yang diperlukan diluar bangunan adalah Rp 150-200 juta yang berisi 20 rak. 
    Langkah keempat Pentingnya Display. Setelah Anda menginvestasikan modal untuk mengisi dan mendesain minimarket tersebut, agar lebih menarik,kelompokkan produk display dengan beberapa kategori. Ada 2 kategori utama yakni food berada di sebelah kanan pintu masuk dan non food disebelah kirinya. Selain itu untuk bagian depan disarankan mendisplay produk infulsif seperti permen, cokelat, snack atau makanan yang pembeliannya tidak direncanakan. Selain itu produk fresh, frozen dan minuman dingin juga biasa didisplay dibagian depan kasir, obat-obatan dan rokok bisa di display di tempat kasir.  Sedangkan produk seperti sembako dan kebutuhan sehari-hari, dan pembersih rak displaynya di letakkan belakang produk-produk infulsif tersebut.Jika memang lokasi usaha yang dimiliki terbatas 50 m2, sangat membatasi pelaku usaha untuk membuat stok barang lebih banyak karena tidak memiliki gudang tempat penyimpanan stok barang. Sehingga pelaku usaha biasanya belanja dalam jumlah terbatas dan sulit mendapatkan harga murah. Karena harga murah baru akan diberikan dengan pembelian jumlah besar.
    Langkah kelima dalam berburu stok barang seperti mencari suplier/distributor yang melayani pembelian jumlah tertentu, memburu diskon di toko ritel besar seperti Makro dan Carrefour, mencari chaneling dengan suplier untuk minimarket dengan sistem jaringan seperti MadaniMart yang telah memiliki beberapa jaringan minimarket di berbagai daerah.
    Langkah keenam adalah membuat standar operating prosedure (SOP) yang meliputi aspek SDM, merawat barang dan peralatan, menata ruang dan produk display, mengorder barang, inventory barang serta mengatur arus keuangan usaha. SOP juga yang diterapkan ritel besar dalam mengelola usahanya. SOP manajemen toko ini dapat dipelajari dari berbagai buku, kursus maupun mengikuti pelatihan khusus. Untuk sebuah minimarket paling tidak diperlukan 1 orang kepala toko, 2 orang senior staff, 2 orang karyawan. Soal inventory, pengecekan stok produk dan pemesanan barang perlu diperhatikan dengan melihat produk apa saja yang terjual tiap harinya melalui mesin kasir yang telah di program inventory produk. Omset yang diperoleh toko tiap harinya perlu di rekap langsung dalam kas pemasukan dan mencatat semua pengeluaran tiap harinya. Dengan demikian jelas arus keuangan usaha tiap harinya dalam satu bulan.Berbicara mengenai omset, Idelanya omset yang diperoleh minimarket diatas Rp 2,5 juta/m2/bulannya. Bahkan jika ingin memiliki perputaran usaha yang baik ada baiknya pelaku usaha minimarket memiliki target omset Rp 7-8 juta/hari. Nah untuk mencapai target tersebut starting point menjadi hal penting dan penentu usaha kedepannya. Untuk itu sangat penting melakukan grand opening yang ramai dan menarik sebanyak-banyaknya pengunjung untuk datang saat pembukaan. Misal saja mendatangkan badut, memberikan harga spesial, membuat acara hiburan, perlombaan anak hingga mendatangkan artis penghibur. Untuk mendapatkan omset Rp 7-8 juta/hari saat grand opening pelaku perlu berusaha mendapatkan omset Rp 60-70 juta pada hari tersebut. Pasalnya meskipun jumlah omset yang diperoleh terlihat besar, namuan besarnya keuntungan yang dapat diperoleh dari pelaku usaha minimarket hanya sekitar 4-5% saja.  
    Langkah ketujuh adalah Gencar Promosi. Guna mencapai target tersebut langkah berikutnya yang harus dilakukan adalah melakukan promosi dengan jangkauan radius 2 kilometer dari tempat usaha. Caranya dapat membagikan brosur secara door to door ke seluruh kompleks perumahan dalam jangkauan tersebut. Selain itu promosi promosi juga dapat dilakukan dengan mengadakan undian berhadiah maupun memberikan kupon potongan belanja. Yang juga tak boleh dilupakan perlu memperhatikan tanggal pembukaan minimarket. Upayakan membuka tempat usaha setelah tanggal 25 hingga awal bulan yang dikaitkan dengan waktu gajian dan belanja bulanan ibu rumah tangga. Jika pelaku usaha dapat menarik benyak pengunjung diharapkan omset yang ditargetkan tercapai. Namun jika tidak, dalam waktu 3-6 bulan masih belum banyak pengunjung, pelaku usaha perlu melakukan evaluasi bahkan re-oppening agar terlihat suasana baru. Menyikapi menjamurnya usaha minimarket di berbagai tempat, selaku pelaku usaha harus benar-benar memantau produk apa saja yang ada di tempat kompetitor berikut harganya. Upayakan harga jual Anda jangan lebih tinggi dari kompetitor. Pasalnya konsumen saat ini sangat peka. Beda Rp 50 saja konsumen dapat berpindah ke toko sebelah. Hal yang lain yang juga dapat dilakukan adalah memberikan pelayanan yang terbaik hingga memberikan jasa antar. Terkadang hanya selisih Rp 500 rupiah namun diberikan servis jasa antar pelanggan bisa memilih minimarket yang memberikan pelayanan lebih.

    Sumber :Asep St Sujana

    Strategi Pemasaran Bisnis Retail

    Membicarakan strategi pemasaran, memang tidak akan pernah ada habisnya. Berbagai cara dan usaha bisa dijadikan sebagai strategi untuk memasarkan sebuah produk. Salah satu strategi yang sudah dijalankan masyarakat dari dulu hingga sekarang adalah pemasaran dengan sistem retail atau eceran. Yang dimaksud dengan strategi pemasaran retail atau eceran sendiri adalah segala kegiatan jual-beli yang bertujuan menyalurkan barang kepada konsumen akhir, guna memenuhi kebutuhan pribadi para konsumen.
    Sebagian besar pelaku usaha memilih untuk menggunakan strategi pemasaran ini, sebab peluang pasar yang paling potensial datang dari konsumen akhir, yang rata-rata membeli suatu produk untuk keperluan mereka sehari-hari. Tak heran bila saat ini perkembangan bisnis retail juga sangat pesat, lihat saja bisnis toko kelontong, minimarket, hingga bisnis retail yang sudah besar seperti Matahari, Alfamart, Indomart, dan Hero banyak dicari para konsumen.
    Tingginya permintaan pasar akan produk retail, membuat sebagian besar pelaku usaha memilih strategi pemasaran tersebut untuk melepas produk mereka ke pasaran. Meskipun cara ini terbilang mudah, namun persaingan pasar bisnis retail sudah sangat tinggi. Maka dari itu bagi Anda yang ingin terjun dalam bisnis retail, sebaiknya perhatikan hal-hal berikut untuk memenangkan pasar :
    Pertama, tentukan target pasar. Meskipun bisnis retail biasa menawarkan berbagai produk kebutuhan masyarakat, namun sebisa mungkin tentukan target konsumen yang ingin Anda jangkau. Misalnya saja lebih menekankan harga murah untuk menjangkau konsumen menengah kebawah, atau menyediakan produk dengan kualitas terbaik untuk menjangkau sasaran pasar menengah keatas.
    Kedua, ciptakan loyalitas pelanggan. Memiliki konsumen yang loyal, merupakan strategi tepat untuk meningkatkan pemasaran. Bukan hanya itu saja, dengan adanya loyalitas konsumen juga membantu bisnis retail untuk menghadapi persaingan pasar. Ciptakan program-program promosi yang dapat meningkatkan loyalitas konsumen, contohnya saja dengan memberikan kartu diskon bagi para member, atau mengadakan event promosi setiap akhir pekan.
    Ketiga, pilih lokasi usaha yang strategis. Pemilihan lokasi usaha sangat mempengaruhi tingkat penjualan pada bisnis retail. Sesuaikan lokasi usaha dengan bisnis retail yang ingin dijalankan, sebab lokasi usaha juga ikut menentukan potensi pasar. Seperti lokasi yang ada di tengah pemukiman warga, Anda bisa membuka toko kelontong. Sedangkan untuk lokasi usaha yang ada di daerah perkotaan, Anda bisa mencoba bisnis retail dengan minimarket atau supermarket.
    Keempat, cantumkan brand pada setiap produk. Penanaman image kepada para konsumen, menjadi cara jitu untuk memasarkan bisnis retail. Yang perlu diingat adalah brand bukan hanya sekedar nama, jadi cantumkan brand yang telah ditetapkan di setiap produk. Seperti mencantumkan logo disetiap label harga produk, atau mencantumkan logo pada interior ruangan. Sehingga brand tersebut menjadi pembeda bisnis retail Anda dengan bisnis para pesaing.
    Kelima, berikan pelayanan prima kepada konsumen. Jangan abaikan istilah pembeli adalah raja. Istilah ini memberikan masukan kepada para pelaku usaha untuk selalu memberikan pelayanan terbaik bagi para konsumen. Biasakan layani konsumen dengan 3S 1A (sambut, senyum, sapa dan antusias). Lakukan dari hal yang terkecil, seperti menyambut konsumen dengan salam dan mengucapkan terimakasih setelah mereka selesai berbelanja. Cara ini sudah dilakukan pada sebagian kecil bisnis retail, seperti Indomart. Jadi konsumen merasa dihargai ketika berbelanja di tempat Anda, dan tidak segan untuk datang berbelanja kembali.
    Karena strategi pemasaran bisnis retail lebih mengacu pada konsumen akhir sebagai potensi pasar, sebaiknya lakukan pemasaran bisnis dengan pendekatan langsung kepada konsumen. Yakinlah bila loyalitas konsumen telah terbentuk, maka yang menjadi agen pemasaran paling efektif bagi bisnis Anda adalah para konsumen tersebut. Oleh karena itu, penuhi kebutuhan konsumen dan biarkan mereka menjadi agen pemasaran Anda. Salam sukses.
    Jan 201126