Tampilkan postingan dengan label IDE BISNIS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IDE BISNIS. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 Mei 2011

Pengalaman Mendirikan Minimarket

Saya cuma ingin membagi pengalaman saya mendirikan mini market. Meskipun masih beberapa bulan berjalan dan belum ketahuan untungnya. Namun langkah -langkah mendirikan mini market memberikan banyak pengalaman untuk saya dan semoga perlahan dapat menambah lapangan kerja bagi orang lain.

Berawal di bulan Juli, saya dan isteri yang sedang berjalan melihat-lihat sekitar toko peralatan rumah tangga kami, kebetulan saat itu kami memerlukan beberapa kebutuhan bahan pokok dan toiletries, selang beberapa lama kami berjalan, tak satupun kami jumpai toko yang cukup representative yang menjual kebutuhan yang kami perlukan. Umumnya hanya toko biasa yang menjual keperluan terbatas dengan penataan yang terbatas selain beberapa bengkel motor dan warung makan.

Dari kesulitan kami yang ada, kami melihat ada peluang bagus untuk mendirikan sebuah toko layaknya minimarket di wilayah tersebut. Untuk menambah keyakinan, iseng-iseng ngobrol dengan para pelanggan toko, penduduk sekitar maupun pemilik warung makan dan bengkel, mengenai kenapa ngga ada toko layaknya sebuah minimarket disekitar mereka, menanyakan respon gimana jika ada mini market disini.
Dari jawaban yang didapat saya bisa tarik kesimpulan awal jika mereka sebenarnya menginginkan adanya toko yang representative yang memudahkan mereka berbelanja kebutuhan sehari-hari tanpa harus pergi ke pasar yang tentu memerlukan biaya angkot maupun bensin.

Asumsi dasar tersebut memantabkan saya untuk mencoba membuka usaha toko layaknya minimarket di lokasi tersebut. Berhubung saya sangat awam mengenai bisnis ini, langkah awal untuk mendirikannya adalah mencari informasi awal tentang apa itu mini market. Hal-hal apa yang harus dipenuhi, bagaimana cara menjalankannya, peralatannya. Beruntung saya mendapatkan buku yang bagus karangan Hadi Hartono, SE, "Sukses Mengelola bisnis mini market" di Gramedia. Buku tipis namun memberi banyak informasi yang relevan dengan kebutuhan.

Dari buku tersebut, saya mendapat gambaran hal-hal apa yang diperlukan untuk mendirikan toko tersebut. Saya buat list kebutuhan awal dan di kolom kanan saya cantumkan keterangan dimana saya mesti cari infonya. Mengingat saya berada diluar jawa, kebutuhan akan peralatan tentulah dicari disekitar kita minimal di ibu kota propinsi. Beruntung saya memiliki yellow pages. Ambil daftar perusahaan yang menjual untuk perangkat utama seperti lemari, rak, etalase de el el. Lalu hunting satu per satu sambil cari-cari apakah ada yang menjual barang tersebut secara second.

Software Point of Sales saya dapatkan setelah browsing di internet. Saya coba beli satu license yang resmi agar mendapatkan buku panduan dan layanan purna jual yang baik termasuk info-info contact perusahaan supplier yang bisa menyediakan barang.



Di bulan Agustus, informasi perangkat dasar sudah saya dapatkan termasuk total biaya yang dikeluarkan untuk pembeliaannya. Namun ada hal lain yang ternyata perlu dipertimbangkan, lokasi dan desain. Mengingat biasa sewa ruko yang cukup mahal belum termasuk interiornya. Saya putuskan menyulap toko alat rumah tangga menjadi mini market sementara peralatan rumah tangga saya tempatkan dilantai 2. Untuk gudang dengan senang hati saya korban satu kamar di rumah saya. Kalo dilihat konsepnya menjadi perpaduan mini market dan peralatan rumah tangga. Lumayan nambah2 item produk.

Mengenai desain interior, beruntung ada majalah info franchise yang bisa memberikan sedikit gambaran mini market sekelas alfamart dan Indomaret serta circle K. walaupun tidak menyontek habis namun memberikan inspirasi mengenai permainan warna dan penerangan termasuk desain ruangan. Biar tampak beda, warna ruangan di dominasi oleh warna kuning sementara bagian luar toko di dominasi warna orange. Cukup membedakan karena di kanan kiri ruko lain lebih di dominasi warna hijau dan krem.

Mendapatkan Modal
Setelah saya kalkulasi untuk perangkat,dasar ternyata modal yang diperlukan cukup besar. Hampir 35 juta. Yaitu untuk AC, computer Point of sales, Pintu alumunium, etalase, kamera CCTV, rak snack, renovasi ruko. showchase. Untungnya saya masih punya rak kayu dari usaha alat rumah tangga. Karena di kantong Cuma ada 10 juta , mau tak mau mesti putar otak.
Untuk AC 1 pk saya ambil dari perusahaan kredit selama 1.5 tahun sehingga saya Cuma bayar kurang lebih 400 rb per bulan, untuk pintu alumunium dan etalase seharga 12 juta saya negosiasikan dengan pemiliknya untuk dibayar secara mencicil 6 bulan dengan tambahan para karyawan dan pemilik toko tersebut didaftarkan sebagai member dan mendapatkan harga khusus. Kebetulan pemilik toko tersebut sudah kenal baik karena saya sering memesan etalase dari mereka.
Kamera CCTV dan rak snack saya beli dengan kartu kredit. Tambahan modal saya dapatkan dengan mengagunkan 2 Bpkb motor ke leasing sebesar 13 juta dan digunakan untuk membeli computer point of sales dan renovasi. Sisa dana yang ada menjadi tambahan modal untuk barang jualan.

Modal untuk barang
Sebagian modal barang jualan saya dapatkan dengan menawarkan proposal ke teman-teman yang berniat invest ke minimarket saya. Caranya satu investor hanya boleh untuk investasi satu klasifikasi produk seperti soft drink, toiletries, makanan dll. Saya buatkan kode khusus klasifikasi di Software Point of Sales agar traffic dari barang yang diinvestasikan bisa dimonitor termasuk stock akhir dan jumlah yang terjual. Pembagian persentase keuntungan berdasarkan barang yang laku. Rencananya uang hasil penjualan juga akan dipisahkan berdasarkan klasifikasi tersebut dan dilaporkan ke investor setiap bulan. Dari cara ini saya mendapatkan suntikan modal dari 3 orang teman saya. Cukup kompleks tapi berhubung modal pas-pasan. Resiko ini saya ambil dulu.

Berburu barang dagangan
Ternyata mendapatkan barang yang bagus dengan harga kompetitif merupakan hal yang tidak mudah. Beruntung saya sudah punya supplier alat rumah tangga yang dengan senang hati memberi info dimana tempat yang bagus mencari barang yang dijual. Jawabannya sederhana, kalo mo cari barang untuk minimarket, cari aja di daerah pergudangan. Disana banyak distributor resmi. Bisa tanya-tanya tentang barang dan cara pembeliannya.

Daerah pergudangan dimaksud ternyata luas dan saya mendatangi gudang distributor satu persatu, berbicara dengan para sales termasuk minta list produk mereka untuk dipilah-pilah. Cara yang sering saya gunakan, saya katakan ke satpam bahwa saya ingin membuka minimarket dan ingin bertemu dengna contact person-nya. Mereka (para satpam) akan senang hati mengenalkan kita ke para salesnya. Dan umumnya mereka dengan senang hati menginformasikan dimana letak distributor produk tertentu.
Saya jalankan proses ini satu minggu dan malamnya hari dilanjutkan dengan membuat list apa saja yang akan kita beli untuk tahap awal. Ada kelemahan di pembelian di pergudangan adalah tidak bisa mencampur varian produk. Kendala ini saya siasati dengan membeli di grosir besar. Biar terlihat bervariasi dan lebih banyak setiap varian produk cukup 3 item saja. Alasan karena saya belum tau mana saja yang diminati oleh calon konsumen. Hal yang baik jika membeli di kompleks pergudangan, jika kita dinilai bagus dari pembayaran dan selalu membayar cash selama beberapa waktu, mereka akan menawarkan kemudahan pembayaran hingga jatuh tempo dua minggu bahkan lebih.

Strategi pemasaran
Sejak awal saya melihat sulit mendapatkan pelanggan yang loyal di category retail. Untuk menyikapinya, software point of sales yang saya beli sudah dilengkapi dengan system keanggotaan sehingga saya sedikit mengadopsi konsep membership. Dimana saya lebih meningkatkan pelayanan untuk member dengan harapan dapat menemukan atau mendapatkan pelanggan yang loyal.
Agar lebih menarik konsumen menjadi member, saya coba menggunakan harga khusus member dan umum. Saya membuat list rencana promosi setiap bulannya dan hanya dibagikan kepada member. Selain itu agar lebih mengenalkan, saya memanfaatkan radio local untuk iklan. Strategi yang saya rencanakan ini akan saya uji cobakan hingga beberapa bulan. Jika ternyata didapati masih perlu perbaikan, informasi dari majalah swa, Mix dan marketing akan menjadi referensi yang bagus.

Persiapan pembukaan
Pesiapan pembukaan yang cukup menyita waktu adalah input stock awal ke computer. Setiap produk yang kita beli harus di pilah dan diklasifikasikan kemudian di scan dan didata berdasarkan barcode. Kadang ada produk yang tidak menggunakan barcode sehingga kita coba buat kode sendiri (kebanyak peralatan rumah tangga produk china , bahan kue dan roti local). Agar lebih menyakinkan semua produk yang telah dimasukan kemudian ditata di rak dan dihitung ulang. Process ini memerlukan perhatian lebih dan ketelitian karena jika lupa bisa salah menempatkan harga dan stok awalnya. Dari hampir seribu item yang ada, diperlukan waktu dua minggu untuk pendataan. Cukup melelahkan namun puas jika sudah diselesaikan.

Pembukaan
Setelah menutup toko hampir beberapa lama, akhirnya persiapan awal selesai. Saya meresmikan toko berkonsep minimarket di hari Minggu, 23 september 2007. Agar lebih cepat dikenal dan tidak menghilangkan kesan toko rumah tangga, saya gunakan nama "NADINE MART". Mohon doa restu semoga toko yang baru ini bisa terus menghidupi dan menjadi sumber penghasilan orang lain.

Selasa, 10 Mei 2011

Membuka Usaha Toko Kelontong

Membuka usaha toko kelontong dengan memanfaatkan ruangan yang tidak terpakai di rumah memang sangat menyenangkan. Untuk seorang ibu rumah tangga selain bisa tetap menjaga rumah, juga bisa tetap menjaga anak apalagi jika bisa menghasilkan keuntungan yang berlipat pula.
Toko kelontong biasanya mempunyai pasar yang selalu ada, yakni tetangga sekitar pemukiman tersebut sebagai konsumennya. Walaupun margin per item tipis tapi total keuntungan yang didapatkan cukuplah menggiurkan.
Selain itu, jumlah produk yang dijual semakin beragam dan banyak. Semakin beargam produk yang dijual, keuntungan akan semakin besar pula. Tidak hanya barang kebutuhan pokok saja tetapi barang-barang kebutuhan sekunder pun juga semakin banyak jenisnya.
UD. Cendrawasih adalah salah satu toko kelontong yang sudah berjalan. Usaha tersebut telah berdiri sejak 15 tahun yang lalu. Pemiliknya bernama ibu Kwasua.
Sebagai pemilik, ibu Kwasua memang menyukai usaha kelontongan ini. Usaha ini dijalaninya karena dianggap mudah dibandingkan usaha warung makan yang baginya terlalu ribet dan butuh keahlian.
Barang-barang yang ada di tokonya dibeli di pasar Demangan dan beberapa sales yang datang ke tokonya. Beraneka macam barang yang disediakannya kebutuhan sembako seperti gula, teh, kopi, mie instan, dan juga beras. Juga keperluan lainnya seperti sabun mandi maupun sabun cuci, aneka minuman instan, telur dan masih banyak lagi.
Sebagai pelengkap dan menambah pemasukan maka usahanya ditambah dengan berjualan pulsa handphone. Hal ini dilakukannya karena kesadaran akan kebutuhan pulsa hp terlebih untuk para mahasiswa yang kost di tempat sekitarnya.
Hal yang Dipersiapkan dalam Membuka Toko Kelontong
Untuk membuka usaha toko kelontongan ini yang harus disiapkan adalah etalase dan rak yang digunakan untuk memajang barang-barang dagangannya. Besarnya etalase disesuaikan dengan jumlah dan jenis barang yang dijual, dan berapa modal yang ada untuk memulai usaha ini.
Untuk rak, jika modal terbatas maka pemilik cukup membeli bagian-bagiannya saja seperti kayu dan besi kemudian dirakit sendiri karena ini jelas lebih menghemat.
Persiapan tempat yang strategis untuk berjualan seperti di depan rumah atau garasi, atau dengan menyewa ruko sangat perlu diperhatikan. Dan jangan lupa menyiapkan timbangan untuk menakar barang-barang dan kalkulator untuk menghitung.
Sebagai pemula, jika belum mengenal agen atau distributor dari produk-produk yang akan dijual pemilik bisa langsung mendatangi mereka. Usahakan selalu membeli barang langsung dari distributor atau agen karena harganya jauh lebih murah.
Susunlah daftar barang yang akan dijual, disesuaikan dengan modal yang ada. Sambil menyusun, buatlah skala prioritas terhadap barang-barang tersebut. Untuk barang yang diprediksi akan cepat laku maka stok diperbanyak dan selalu dipersiapkan agar tidak pernah kehabisan.
Simulasi Keuntungan
Asumsi pendapatan harian Rp 600.000,00
Omset 1 bulan : Rp 600.000,00 x 30       = Rp 18.000.000,00

Pengeluaran
Belanja stok produk = Rp 500.000,00 x 30 = Rp 15.000.000,00
Transportasi        = Rp 5.000,00 x 30   = Rp    150.000,00
Listik dll                               = Rp     50.000,00
Total pengeluaran                        = Rp 15.200.000,00

Keuntungan bersih
Rp 18.000.000,00 - Rp 15.200.000,00      = Rp  2.800.000,00

Minggu, 08 Mei 2011

Bisnis Pulsa Mudah Dan Murah

Kebutuhan masyarakat untuk berkomunikasi tidak lagi terbatas, apalagi saat ini penggunaan telepon genggam atau handphone sudah menjamur. Keadaan ini ternyata menguntungkan beberapa pihak, salah satunya adalah agen isi ulang pulsa.
Bisnis pulsa memang punya prospek yang bagus kedepannya. Saat ini pulsa bukan lagi kebutuhan mewah, tapi sudah menjadi kebutuhan pokok yang hampir semua orang memerlukannya. Pertumbuhan teknologi komunikasi berkembang semakin pesat. Untuk memiliki HP tidak lagi harus mengeluarkan uang yang besar. Hal inilah yang memicu berkembangnya pengguna alat komunikasi, yang selanjutnya permintaan akan pulsa elektrik semakin besar.
Bisnis pulsa merupakan peluang usaha dengan modal kecil, yang sangat booming saat ini. Bagaimana tidak. Lebih dari 75% pengguna ponsel di indonesia menggunakan kartu pra bayar. Dengan kata lain, mereka perlu melakukan pengisian pulsa secara rutin. Dan rata-rata pengisian pulsa yang dilakukan oleh mereka adalah 2-3 kali dalam 1 bulan. Dan yang lebih mengejutkan, lebih dari 75% dari mereka senang menggunakan pengisian pulsa elektrik untuk melakukan pengisian pulsa.
Konsumen
Sasaran pasar bisnis pulsa adalah masyarakat umum yang memiliki handphone, terutama masyarakat yang ada di sekitar lingkungan Anda. Karena setiap pemilik handphone selalu membutuhkan pulsa untuk kelancaran komunikasi mereka.
Keunggulan produk
Ini yang menyebabkan menjamurnya bisnis pulsa. Dan sekarang untuk menjalankan bisnis ini kita tak perlu mengeluarkan biaya besar, hanya dengan satu buah handphone dan melakukan deposit di counter-counter  yang melayani bisnis pulsa elektrik, kita sudah bisa masuk di dunia bisnis ini. Maka tak heran jika banyak para mahasiswa, karyawan, bahkan ibu rumah tangga yang mengambil kesempatan ini. Mereka tetap bisa beraktivitas sambil menjalankan bisnis pulsa elektrik. Konsumennya pun seputar lingkungan sendiri, seperti teman kampus, teman kantor, ataupun teman arisan.

Dalam satu hari kita bisa melayani 3 – 5 kali transaksi. Dan dengan keuntungan Rp. 1.000 per transaksi, sudah cukup menguntungkan bagi mereka yang menggeluti bisnis ini.
Para konsumennya pun sebenarnya sangat diuntungkan, karena dengan adanya teman atau tetangga yang menjual pulsa elektrik, kita tak perlu jauh-jauh pergi ke agen atau counter pulsa. Atas dasar kepercayaan dan hubungan pertemanan, kita dapat dengan mudah mengisi pulsa dengan cara sms atau telepon pada orang yang menjual pulsa tersebut dan tanpa perlu menunggu lama pulsa anda pun sudah langsung terisi. Mudah, praktis, dan cepat kan??
Pemasaran
Pemasaran bisnis pulsa dengan menggunakan satu chip, dapat dipasarkan melalui rekan kerja maupun kerabat Anda dengan menerima permintaan melalui sms, telepon maupun datang langsung menemui Anda. Biasanya para konsumen lebih menyukai yang mudah melalui sms atau telpon, daripada harus keluar beli pulsa di conter.
Kendala
Karena banyaknya konsumen yang berasal dari rekan maupun kerabat meminta pulsa melalui sms maupun telepon dan membayarnya belakangan setelah kita bertemu dengan mereka, mengakibatkan proses pembayaran mereka sering tidak lancar alias pada ngutang. Selain itu ada beberapa provider yang sering mengalami gangguan, sehingga proses transaksi pulsa pun juga sering gagal dan membuat para konsumen lama menunggu.
Analisa Ekonomi 
Berikut kami cantumkan analisa bisnis pulsa mudah dan murah dengan menggunakan satu chip :

Modal awal
Deposit Pulsa                                          Rp 400.000,00
Handphone second untuk transaksi                       Rp 300.000,00+
TOTAL                                                  Rp 700.000,00

Pemasukan
Omset/ hari : Minimal 15 kali transaksi per hari,
dengan Laba Bersih Rp 1000,00 per transaksi.
Laba bersih/ hari    : 15 transaksi x Rp 1.000,00    = Rp  15.000,00
Laba bersih/ bulan   : 30 hari x Rp 15.000,00        = Rp 450.000,00
Banyak pakar telekomunikasi yang memprediksi pengguna ponsel akan terus meningkat seiring meningkatnya populasi penduduk indonesia. Semua hal inilah yang menjadikan bisnis pulsa jadi bisnis yang mempunyai prospek yang lumayan bagus kedepannya. Salam sukses
sumber gambar http://1.bp.blogspot.com & http://threestar123.blogdetik.com

WARUNG SEMBAKO

Mungkin benar bila modal uang merupakan salah satu hal yang dibutuhkan dalam memulai usaha. Namun memiliki modal uang yang terbatas, bukan menjadi satu alasan bagi Anda untuk mengurungkan niat menjadi pengusaha. Banyak cara bisa Anda coba untuk membuka usaha, walaupun dengan modal terbatas.
Mencoba bisnis rumahan dengan modal kecil, merupakan sebuah solusi yang bisa Anda jalankan untuk mendapatkan penghasilan cukup besar. Meskipun memulainya dari rumah, namun pertumbuhan bisnis rumahan dengan modal kecil sekarang ini sudah tidak bisa dipandang sebelah mata. Banyak pengusaha yang kini bisa sukses membawa bisnis rumahan menjadi industri besar, baik skala lokal maupun nasional.
Apa Anda juga berminat? Untuk membantu Anda yang ingin mencoba bisnis rumahan dengan modal kecil, berikut kami informasikan salah satu ide bisnis yang bisa Anda jalankan.
Peluang bisnis warung sembako
Kebutuhan masyarakat akan sembako (sembilan bahan pokok) menjadi lahan bisnis yang cukup menguntungkan bagi Anda. Tidak seperti peluang bisnis lainnya, bisnis sembako tidak mengenal kata musiman. Sebab produk sembako akan tetap dibutuhkan masyarakat setiap hari. Jadi tidak salah bila Anda mencoba membuka bisnis sembako dari rumah.
Konsumen
Sembako merupakan kebutuhan pokok masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Jadi bisa dibilang konsumen sembako mencakup semua kalangan, baik kalangan masyarakat menengah keatas maupun menengah ke bawah. Karena Anda membuka usaha dari rumah dan berada di tengah pemukiman warga, maka sasaran pasar Anda meliputi para ibu rumah tangga di sekitar Anda, anak kost, dan masyarakat umum yang melewati warung sembako Anda.
Info bisnis
Pada umumnya menjalankan bisnis sembako di rumah, terbilang cukup mudah. Anda hanya perlu melakukan hal-hal berikut untuk menjalankan bisnis sembako.
1. Karena menjalankannya di rumah, maka sebelum membuka usaha sebaiknya siapkan ruang kosong yang akan digunakan untuk usaha. Anda bisa membuka usaha di teras rumah, atau di garasi rumah Anda.
2. Siapkan peralatan dan perlengkapan yang dibutuhkan untuk membuka warung sembako. Misalnya saja meja, etalase, rak, timbangan, kalkulator, gunting, plastik, dll.
3. Menyediakan produk-produk yang banyak dibutuhkan masyarakat setiap harinya. Seperti beras, gula, minyak goreng, telur, susu, minyak tanah atau gas elpiji, tepung, garam, mie instan, sabun, dll.
4. Mencari tempat kulakan atau grosir sembako yang menawarkan produk lengkap dengan harga murah. Dengan begitu Anda bisa menjual barang-barang tersebut dengan harga bersaing. Bila perlu Anda bekerjasama dengan distributornya langsung, jadi Anda bisa mendapatkan harga kulakan jauh lebih murah.
5. Atur warung Anda semenarik mungkin, dengan demikian konsumen bisa merasa nyaman dan senang berbelanja di tempat Anda. Jaga kebersihan dan kerapian warung Anda, dan usahakan konsumen bisa melihat langsung produk yang akan dibelinya. Hal tersebut akan membuat konsumen lebih yakin dengan kualitas produk yang Anda tawarkan.
6. Pastikan untuk selalu memperhatikan persediaan sembako apa saja yang hampir habis, sehingga Anda bisa menentukan produk-produk yang harus Anda belanjakan di hari tersebut.
7. Karena harga sembako sering mengalami pasang surut, maka usahakan selalu mencari informasi perkembangan harga sembako di pasaran. Ini sangat penting, untuk menghindarkan Anda dari resiko kerugian. Kelebihan bisnis
Bisnis sembako bisa dibilang sebagai salah satu peluang bisnis yang memberikan banyak keuntungan bagi Anda. Setiap harinya masyarakat membutuhkan produk sembako untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari, tentu ini memberikan peluang bagi Anda untuk mendapatkan penghasilan cukup besar. Karena kebutuhan pasar akan produk sembako masih sangat tinggi.
Kekurangan bisnis
Selain memberikan banyak keuntungan, dalam menjalankan bisnis sembako Anda juga dihadapkan pada beberapa hambatan. Apa saja hambatan tersebut? antara lain sebagai berikut :
1. Pasang surut harga sembako yang ada di pasaran
2. Pasokan barang-barang sembako yang terkadang sulit. Kenaikan harga membuat sebuah produk cukup langka dipasaran
3. Tingginya persaingan bisnis. Bukan hanya bersaing dengan sesama warung sembako, namun para pelaku usaha juga harus bersaing dengan minimarket yang banyak di buka di pemukiman warga.
Pemasaran
Strategi pemasaran yang paling efisien untuk bisnis warung sembako adalah promosi dari mulut ke mulut. Untuk itu nformasikan bisnis Anda kepada para tetangga dan kerabat Anda. Dari promosi tersebut masyarakat sekitar akan mengetahui keberadaan warung sembako yang Anda buka. Selain itu Anda juga bisa memasang spanduk besar di depan warung sembako Anda, tuliskan nama warung dan produk apa saja yang ditawarkan. Cara tersebut akan menarik minat konsumen untuk mampir membeli di warung Anda.
Dalam memasarkan bisnis Anda, yang terpenting berikan harga bersaing dan tawarkan barang-barang sembako dengan beragam kualitas. Hal tersebut perlu dilakukan untuk menjangkau semua kalangan. Dan untuk menjaga loyalitas konsumen, pastikan Anda selalu memberikan pelayanan terbaik kepada para konsumen. Layani dengan ramah dan pastikan Anda selalu jujur pada para konsumen, tunjukan mana produk yang berkualitas super dan mana produk yang berkualitas standar. Dengan begitu konsumen selalu mendapatkan kepuasan ketika berbelanja di warung sembako Anda.
Kunci sukses
Karena persaingan bisnis warung sembako cukup tinggi, maka berikan nilai lebih pada warung Anda agar konsumen tidak berpindah ke warung lain. Usahakan selalu mencari informasi harga pasar untuk mendapatkan harga yang bersaing, agar konsumen tidak kabur. Lebih baik mengambil laba sedikit namun loyalitas konsumen tetap terjaga.
Anda juga bisa melengkapi warung sembako dengan produk-produk yang banyak dicari konsumen. Semakin lengkap produk yang ditawarkan, maka akan semakin tinggi peluang konsumen datang ke warung Anda. Bila perlu bukalah warung tersebut lebih pagi dari para pesaing Anda, ini memberikan peluang bagi Anda untuk mendapatkan lebih banyak konsumen.
Analisa Bisnis

Asumsi
Usaha dijalankan di rumah, jadi tidak ada biaya sewa tempat.

Modal awal
Etalase      Rp 1.000.000,00
Rak, timbangan, kalkulator, dll   Rp   500.000,00
Stok produk-produk sembako :
- 2 kwintal beras Rp 1.300.000,00
- 20 kg gula pasir Rp   190.000,00
- 20 kg minyak goreng Rp   250.000,00
- 10 kg telur ayam Rp   110.000,00
- 10 kg tepung terigu Rp    95.000,00
- 10 susu kaleng Rp    65.000,00
- Stok Teh dan kopi Rp   100.000,00
- Aneka sabun cuci Rp   100.000,00
- Aneka sabun mandi Rp   100.000,00 +
Total      Rp 2.310.000,00 +
Total modal      Rp 3.810.000,00

Peralatan mengalami penyusutan setelah 3 tahun (36 bulan) pemakaian,
Rincian : 1/36 x Rp 1.500.000,00 = Rp 41.700,00

Biaya operasional per bulan
Belanja barang dagangan    Rp 3.000.000,00
Biaya listrik     Rp   100.000,00
Biaya transportasi belanja   Rp   150.000,00
Biaya penyusutan peralatan   Rp    41.700,00 +
Total      Rp 3.291.700,00

Omset per bulan
Penjualan per hari rata-rata Rp 150.000,00
Omset per bulan @ Rp 150.000,00 x 30 hari Rp 4.500.000,00

Laba bersih per bulan
Rp 4.500.000,00 - Rp 3.291.700,00 = Rp 1.208.300,00

ROI (Return of Investment)
(modal awal : laba bersih per bulan) = ± 3 bulan
Cukup mudah dan murah bukan? Bagi Anda yang mencari peluang usaha di rumah, tidak ada salahnya jika Anda mencoba membuka warung sembako. Karena selain mudah dan murah, keuntungan yang diperoleh juga cukup menggiurkan. Semoga bermanfaat dan salam sukses.
Sumber gambar : http://propertypeye.com.au/wp-content/uploads/2011/01/moneyhouse.jpg dan http://www.hanyawanita.com/i/art/adved_1233645475.jpg

Sabtu, 07 Mei 2011

TRIK GROSIRAN 3

aku ada toko kelontong juga neh.hehehe. Terus kepengen buat sedikit modern.
Gini.... Aku ingin punya software yang simple en ga ribet, pokoknya bisa
1. bisa nentuin id barang sendiri/barcode scanner
2. bisa mengganti harga pd saat mau dijual(jadinya orang nawar2 bisa langsung dilayani)
3.bisa langsung ngejumlah en ngeprint
4.Kalau bisa setting satuannya ds/carton dll gitu

TIDAK PERLu:
1.Tak perlu inventory system gitu lah yang aneh2
2.tak perlu chart yang aneh2
3.ngitung profit dll(itung liat di laci kan beres)

PS: kalau bagian tak perlu ada juga ngga papa

temen2 ada saran ga enaknya software apa yang bisa di reccomendasikan
bisa dong link nya dicantumkan sini , pasti sangat membantu sekali

2. Kalo buat program sederhana gitu banyak kok. Ada "Penjualan 5.0", kasir, dll g lupa. Cari di toko program bajakan atau kalo mao beli yang asli ada kok di Gunung Agung / web bamboomedia.net

Tapi rata2 buat g bermasalah dengan satuan. Maksudnya gini :

misalnya 1 karton rokok = 4 bal rokok = 10 slof rokok = 100 bungkus rokok

Kalo satu 1 bungkus rokok misalnya gua input Rp. 7100, kalo ada yang belanja 1 slof rokok berapa? kalo belanja 1 bal berapa? Kalo belanja 1 karton berapa?

Kalo pake program yang ada di pasaran rata2 satu2 nya cara adalah :
(pas di kasir)

Input 1 bungkus rokok 20bks x Rp. 7100 (untuk dapet harga 1 slop), dst utk 1 karton &bal
(Tapi ini repot karena ga tiap roko jumlahnya sama misalnya ada yang 1 karton = 6 bal, ada yang 1 karton = 4 bal. Kalo input model gini takutnya ada human error)

Bikin di master item beda2 utk tiap satuan. 1 bks 1 variabel sendiri (mis : item 001), 1slof (mis : item 010), 1 bal = (mis item 020) dst

Ini juga repot kare inventory g bakal jadi banyak banget dan makan waktu banyak buat input data.

Tapi kalo itu ga jadi masalah si, program penjualan dari bamboomedia menurut g lumayan.

3. Gmn kl setiap belanja pelanggan diberi stiker/kupon/stamp buat setiap belanja dg ketentuan brp nilai nominal utk mendptkan 1stiker/kupon/stamp..nah otomatis pelanggan akan belanjan terus selain murah dpt kupon dimana kupn tsb bisa dibelanjakan lg dlm jumlah misalnya 100 stiker/kupon/stamp dinilai dg belanja brp rupiah...jd hrs dibelanjakan bkn diganti dg uang.
Krn dijepang tempat saya tinggal hampir semua toko atau supermarket kelontong menerapkan sistem tsb..saya pikir diInd.blm ada..jd pelanggan akan belanja terus ke toko tsb krn udah dpt harga murah dpt kupon lg yg kl dikumpulin bisa buat belanja lg...ini nggak cuma utk kelontong,salon kdg rest.otomatis kita akan belanja ke toko tsb terus menerus ..hanya sekedar share aja
4. Karena aku juga masih baru en masih coba2 mana system yang simple and cocok buat toko jadi mohon collaboration nya bagi temen2 semua

Update buat tuk Mr s3mpronX.
-Aku sudah beli Barcode scanner Rp 900.000,- merek eclipse ms5100
-Aku ada liat2 di gramedia ada jual software retail gitu aku udah coba beberapa (onsite nggak beli), nggak tahu merek jembul ato apa itu(pokoknya lucu namanya)
deskripsi softwarenya:
-ada master barang
-ada master pelanggan
-ada master supplier

flowchartnya:
1. masukin info suppliernya--> masukin jenis master barangnya--> masukin daftar pelanggannya
2.terus kita harus catat pembelian kita ke supplier baru bisa melakukan Penjualan kasir(ini yang bikin repot)
3.kl misalnya nggak ada stock barang penjualan tak terlaksana
kurasa ini masalahnya

Pada umumnya software2 udah lekat ama inventorynya dan sulit untuk fleksible, kan pada umumnya toko kan nggak semati itu.. kan kadang2 ada perbedaan antara stock dalam system dengan luar
Selain itu masalah satuan yang dibicarakan wahyu itu juga agaknya jarang software massal yang nanganin

ada masukan? ato saran software apa yang bisa fleksible ya?
6. ikutan nimbrung ya gan..ane juga punya rencana kesana...karena masi nubi ..buta beginian
mohon sudi kiranya dijawab sama agan-agan yang sedang ngejalanin ini bisnis
1. modal awal ter-ter kecil berapa ?
2. dengan modal sekian (mesti jawab no 1 dulu ...) produk apa saja yang bisa dijual ?
3. barang dengan turn over tinggi ?
4. mungkin tips - tips lainnya juragan
sekian dan terima kasih

TRIK GROSIRAN 2

Mengembangkan usaha toko kelontong █│DISKUSI│█

Dear para entrepreneurship muda kaskus,

Langsung aja deh, sorry gw pake bahasa kaskus aja ya biar gampang dimengerti.

ane dan keluarga mempunyai usaha toko kelontong kecil. Alhamdulillah sudah berjalan lancar walaupun masih apa adanya.
Toko ane melayani penjualan barang² kebutuhan sehari hari dan rumah tangga. Toko ane masih di kelola secara tradisional. Omzet perhari sekitar Rp. 500.000 - Rp. 1.000.000.
Perlu juragan ketahui daerah ane masuk daerah pariwisata. Dalam radius 150m kanan kiri saya berdiri juga 6 usaha yang sama (milik orang lain).
hehehehe... sorry gan kalo ane ajak juragan sekalian masuk untuk ikut membayangkan usaha ane

masalah :
  • 6 usaha lain memang buka hambatan besar, menurut ane gan. Karena dengan begitu berarti pasar sudah terbentuk disana . Cuman yang perlu ane ketahui dan pelajari dari sini adalah bagaimana cara mencuri (istilah kasarnya) konsumen mereka . Tapi bukan untuk menjatuhkan lho...
  • Ane pengen bener ngebesarin toko ane gan. Dimulai dari modal.
  • Manajemen. Karena masih di kelola secara tradisonal, ane pengen mengubahnya menjadi sedikit modern biar lebih efisien.

Sementara 3 masalah itu aja.
 JAWAB :
  1. nunut sharing kali aja berguna..tp bkn sbg pemilik, cuma diberi kepercayaan utk jd pengurus kopkar di tempat kerja sy, kebetulan ada unit waserdanya..

    klo sy pikir2, yg terpenting adl konsumen yg loyal aka langganan, krn di sekitar perush juga banyak warung2 sejenis, dan sy mencatat ada bbrp hal yg bisa dilakuin utk dapetin konsumen yg loyal ini, yaitu:

    yg penting turn-over
    sy lebih milih bisa jual 10 brg/mggu dgn untung 100/brg drpd laku 1 brg/mggu wlopun untungnya 1000/brg. mas bisa aja milih jual 1 brg/mggu dgn untung 1000/brg, tp jgn hrp mas bisa dpt langganan, krn konsumen yg pernah bli tdk akan kembali lagi. klo mas milih yg terakhir ini, bagusnya jualan di tempat yg orgnya tdk menetap ky di terminal/stasiun/tempat wisata dll. tp klo yg mas inginkan adl pelanggan, mau nggak mau ya kasih harga yg kompetitif.

    harga yg kompetitif
    sy nggak gitu ngerti bgmn klo di tretes, cuma krn tempat kerja sy ada di tempat terpencil di pojokan kalimantan, sy ambil brg cepet laku dan brg yg ringan2 langsung dr di sby, smtr klo yg lambat laku dan brg yg berat2 spt aqua dan sembako, sy ambil di lokalan, bjm ato blp biar nggak makan transport.

    kulakan ngutang ato kontan
    ati2 dlm menentukan sistem bayarnya klo mo kulakan. namanya org dagang, biarpun murah dan bisa ngutang, tetep aja ganti rugi utangnya diitung. gampangnya, mas cari tau harga cash-nya brp trs klo bayarnya pake ngutang 30 hr brp, klo selisihnya nggak signifikan, ambil. tp klo terlalu jauh, akan berat di harga jual kembali. klo ada kartu kredit, mas bisa gunakan dgn cara ambil dulu di awal bln dan langsung dibayar di akhir, jgn sampe kena bunga.

    brg yg slu ready
    jangan sampe kehilangan peluang gara2 mas nggak punya brg yg dicari org. makanya sering2 tanya ke tetangga, teman, kira2 brg apa yg sering dicari dan hrs tersedia di warung, ya semacam surve kecil2an gitu.

    bayar sukur, ngutang ya monggo
    bolehkan konsumen ngutang, tp jangan sampe ngganggu cashflow warung, yg penting mas tau utang tsb akan terbayar, sebisa mungkin < dr 1 bln udh terbayar. jgn pernah bedain harga klo konsumen utang utk jangka pendek, ntar mas dianggep terlalu perhitungan.

TRIK GROSIRAN 1

Sekedar sharing gan

Sekedar sharing mumpung bidangnya sama.

Gini gan....
Gua juga punya toko kelontong omset perhari rata2 30 - 50jt.

Kunci sukses dagang kayak kita

1. Supplier yang bagus
>>> barang khan jual khan kudu ada yg supply. Kalo supplier nya mahal,

gimana kita bisa jual murah. Tekor dunk!!!!
Jgn cmn mengandalkan 1 supplier kalo bisa. Soalnya kadang supplier A

gak selalu lebih murah dari supplier B.

2. Margin profit jangan tinggi2
>>> Margin profit gw rata2 cmn 3 persen, bahkan ada item yg cmn ambil 1

persen aja ( cmn sebulan bs muter 10x = 10 persen ). Tapi barang

yang lakunya lama gw embat 5 - 10 persen.

3. Berani adu layanan ama saingan agan.
Harga boleh sama tapi layanan bedakan dunk. Senyum dikit gpp tho. Khan

ga bayar. hehehehe

4. Distribusi yg bagus
>>>> 50 persen dari usaha gw disumbang oleh pengiriman. Emang

sepertinya kalo kita kirim barang kayaknya malah makan bensin ya. Tapi

kalo kita bisa atur supaya dalam satu kali kirim bisa langsung bbrp

pelanggan, bensinnya kalah jauh ama profit nya gan.

5. Modal CC
>>>> Jangan takut main ama cara CC yang agan2 senior sebutin

sebelumnya. Asal patuhi aturan main. kalo gak malah ancoorrrr. Ga

nutut profit kita utk nutupin bunga CC kalo telat.

6. Modal Bank
>>> Kalo mau pake bank. Urus semua nya dulu. mulai dari bentuk usaha (

ane saranin CV aja ,,,,murah ) NPWP, TDP, plus yang paling vital

REKENING BANK!!!!

selalu berusaha untuk masukin income toko ke rekening sebelum agan

pakai / dikeluarin lagi.


gambarannya gini nih :

hasil toko >>>>masuk rekening >>>> baru belanja lagi >>> hasil toko

lagi >>>>masuk rekening lagi gituuuuuuuuuu en gitu terusssssssssss.


7. Modernisasi / Komputerisasi
Jangan takut beli software untuk bantu usaha. Saya pake yang custom

tapi ane pernah nyoba Retail manager ( dari ruangkerja.com) programnya

lite and very friendly. Kalo udah gede bisa uprgade ke yang PRO.
Tentang cara membedakan harga kalo pembeli beli satu harga 1000 beli 10

diskon harga 9000, itu gampang banget. Udah tinggal setting sesuai agan

aja.

8. STOK TURN OVER
Kalo agan dikasih hutang ama boss agan, jgn sampai berlebihan.
Misal agan dihutangin jangka waktu seminggu. Kemampuan agan utk

ngeluarin barang tersebut 1ton dalam seminggu. Maka agan jangan ambil

terlalu banyak. Cukup 1 ton 150kg MAX!!! ( hitungan rata2 kurang lebih

sehari 150kg ) yang 150 kg buat buffer stok. Atau stok cadangan.

9. Kudu Fokus ama usaha
Selalu buka mata buka telinga tentang harga2 yang berkembang di

pasaran. Jangan sampai telat ngerubah harga. Kalo harga pasaran tinggi

agan masih jual rendah, bisa2 agan diborong and kalo beli lagi tekor.

Begitu juga kalo harga rendah, agan masih jual harga tinggi bisa2 agan

gak laku karena di cap mahal.

10. Jangan lupa berdoa dan berusaha dan berdoa lagi.
Rejeki gak jauh dari usaha dan doa agan.


GUD LAK

Menurut agan2 semua hal apa sih yg dibutuhin konsumen agar mau belanja ke t4 kita selain faktor harga?
Soalnya klo minimarket baru kan belum nemu suplier yg bener2 murah?
Jd mungkin harga blm terlalu bersaing/sama dengan warung.
sebelum bahas apa yg dibutuhin konsumen agan harus berani promo dulu, mengenalkan toko agan ke calon pelanggan.,
apalagi sekarang persaingan ritel udah , tpt klo dtmpt agan minimarket baru 1 berarti masih terbuka lebar peluang.,
bisa pake flyer dan jangan lupa undang2 waktu opening.,

nah setelah orang2 tau disitu ada toko agan, agan baru gaet hati mereka,
nomer satu jelas harga gan,ritel harga murah disitu dicari.,sebelum buka ada baiknya hunting supplier cek harga juga di grosir.,karena terkadang harga di grosir lebih murah daripada sales. (dulu ane sampe foto2 harga di grosir n minimarket sebelah , bikin list supplier jg, bs tanya ke mbah google alamat distributor terdekat daerah agan). mungkin waktu pertama buka agan beli digrosiran.,tp klo dah ada "wujudnya" nanti sales jg datang sendiri..

nomer dua pelayanan, service yang memuaskan bisa buat pelengkap masalah harga..harga sama tp pelayanan lebih baik kita, pelanggan bs pindah ketempat kita.,apalagi sekarang bukan jamannya lagi perang harga tp juga perang pelayanan.(liat aja minimarket2 modern yg sekarang menjamur, sebenarnya mereka ga menang harga..tp konsumen nyaman klo belanja disana).,klo punya ane krn sasaran utama mahasiswa ane kasih tempat nongkrong n minicafe di depannya.,biar anak2 betah ditempat ane.,toko kliatan rame juga menarik minat konsumen lain.,klo untuk yg sibuk ane kasih service free delivery untuk jangkauan tertentu (jadi kita bisa incar konsumen berjalan dan konsumen pelanggan).ane jg ada fasilitas kartu belanja dimana member dapat berbagai fasilitas lebih seperti poin dan reward. yang jelas bertani inovasi buat kasih service ke pelanggan.

mungkin menurut ane cuma 2 itu yang utama, tp klo ada mastah2 ritel disini silahkan nambahin.,

dan tambahan gan, diritel tuh margin tipis gan dan harus update harga "lapak sebelah", hrs jaga pelanggan. dan terakhir siap2 "paceklik" di awal buka (karena kita jual kebutuhan primer dan semua orang dah punya toko langganan, jd diawal ibaratnya kita seperti "naksir pacar orang biar mau selingkuh ke kita" hehe ")

lapak ane dimari gan

grosir spt lo**e mart, in***arco, tp memang ga semua item,krn mereka biasanya jg ada promo.,klo ane mana yag murah ane ambil.,(bahkan pernah dulu waktu ada promo minyak goreng di care**ur, bi*oli lbh murah 2rb,dengan max belanja 2pcs/pelanggan ane kerahkan masa kesana n bolak balik kasir.,sampe dipelototin satpam, aneh bener nih orang belanja cm minyak goreng bolak balik pula.,akhirnya 1 rak habis sama komplotan ane )

intinya pasang antena tinggi2 biar bs pantau harga.

kakak saya sering ambil produk dari l**te mart n biasanya produk2 dari w***s food,mereka kadang bikin program sendiri sehingga bisa lebih murah dari sales pabrik.sampai2 toko grosir sekitar tempat kakak saya bingung kok kakak saya bisa jual lebih murah dari yang mereka dapet dari sales resmi sehingga kakak saya dapet julukan "si perusak pasar"

Jumat, 06 Mei 2011

RAHASIA BISNIS ORANG CINA

Saya baru saja selesai membaca buku Best Seller "Rahasia Bisnis Orang Cina" tulisan Ann Wan Seng... berisi lebih dari seratus kebiasaan positif orang Cina... yang kalau kita tiru insyaAlloh seribu persen kita juga bisa mencapai keberhasilan bisnisnya orang Cina...



KERJA KERAS ibarat kata keramat yang mendorong pedagang Cina berhasil dalam bisnisnya...


"Jika dahulu bapaknya berjualan air di pinggir jalan, anaknya akan membuka restoran dan barangkali cucunya akan mendirikan pabrik yang memproduksi air dalam kemasan."


Orang Cina cenderung memilih berdagang karena bidang ini tidak dibatasi oleh ruang, waktu dan tempat. Selain bebas, kegiatan perdagangan juga menyediakan ruang yang luas bagi seseorang untuk mengembangkan kemampuannya.


Perdagangan orang Cina tidak banyak formalitas dan birokrasi. Mereka berusaha menjadikan kegiatan dagang ini semudah mungkin.


"Jika kita sama rajinnya dengan orang-orang di Barat, kita tidak akan dapat menyaingi mereka," kata Kim Woo Choong.

Jika ingin lebih berhasil dari orang lain, kita tidak punya pilihan, kecuali bekerja dengan lebih keras dan rajin.

Persepsi orang Cina pada perdagangan adalah positif. Dunia dagang adalah dunia yang menjanjikan kesenangan, kemewahan, dan kebahagiaan.


Pedagang yang jatuh akan merasa sakit, tetapi rasa sakit itulah yang membuatnya bangkit kembali.

Berdagang dapat dijadikan sebagai hobi, tetapi bukan untuk mengisi waktu luang.

Keuntungan yang diperoleh tidak dibelanjakan. Keuntungan tersebut digunakan untuk menambah modal kerja dan melakukan investasi.

Uang digunakan untuk menghasilkan uang.

Pedagang Cina membolehkan terjadinya tawar-menawar. Meskipun proses ini memakan waktu dan mengurangi keuntungan, hal ini dapat menggembirakan hati pelanggan.


Dimana ada air, disitu ada orang Cina.
Orang Cina dapat berdagang di kampung Melayu, tetapi orang Melayu belum tentu bisa berdagang di kawasan orang Cina.

Orang Cina bisa membuka restoran di Afrika dan menjalankan ritel di Papua yang sebagian besar penduduknya masih primitif.


Pantang mengeluh di hadapan pelanggan, apalagi menunjukkan emosi negatif.

Bersikap terbuka dan berlapang dada apabila menghadapi situasi sulit, dan tetap fokus mencari jalan keluar.

Sekedar pintar berdagang tidak memberikan hasil yang maksimal. Harus didukung dengan sikap agresif, proaktif, berani, tahan banting, semangat tinggi, dan rela berjuang untuk merebut segala peluang yang ada.


Tidak ada alasan bagi seseorang untuk tidak menjadi sukses jika mereka tekun.

Orang Cina rela bangun dini hari dan terus bekerja sampai malam hari.

Apabila orang Cina mengatakan akan berdagang mereka biasanya tidak akan berpikir panjang untuk menindaklanjuti. Pengalaman dan kemahiran tidak penting karena hal itu dapat dipelajari kemudian.


Kegagalan pertama tidak dapat melunturkan semangatnya. Sebaliknya akan membuatnya semakin gigih. Kegagalan kedua dijadikannya pelajaran. Kegagalan ketiga menjadikannya lebih bijak. Kegagalan berikutnya menguji kesabaran dan ketabahannya.


Apabila melibatkan diri dalam kegiatan perdagangan, kita harus menetapkan tujuan atau target untuk mendapatkan keuntungan jangka panjang.


Budaya dagang orang Cina mengutamakan kecepatan dalam bertindak, hal ini penting seperti "siapa cepat dia dapat" .


Orang Cina mengijinkan pelanggan membuat pilihan sendiri, memberikan pelayanan yang baik, diskon atau kemudahan kredit.


Dunia perdagangan penuh dengan persaingan keras dengan berbagai macam cara. Oleh karena itu pedagang harus mempersiapkan dirinya dengan seni 'bela diri' perdagangan untuk menghadapi serangan dalam bentuk apapun dan kemungkinan yang akan datang.


Seni berdagang memerlukan kecermatan dan ketelitian, tidak cukup jika kita mempelajari teori saja. Berdagang perlu praktik dan menuntut seseorang senantiasa fleksibel.

Seni berdagang orang Cina mengutamakan prinsip 'win-win'.

Pedagang harus memiliki daya tahan, mental, dan jiwa yang kuat.


Tanpa mengalamin kerugian, keuntungan tidak mungkin datang.

Sebagian dari keuntungan disimpan untuk mengembangkan kegiatan perdagangan dan menghadapi kemungkinan apapun yang di luar dugaan. Sebagian lagi digunakan untuk modal kerja.


Kerugian jangka pendek merupakan jalan yang dilalui untuk mendapatkan keuntungan jangka panjang.

Pedagang Cina mempunyai kode etik. Menjatuhkan perdagangan orang lain adalah perbuatan yang terkutuk.

Bagi masyarakat Cina, pedagang dilarang mengganggu dan menjelek-jelekkan kegiatan perdagangan orang lain. Persaingan dibenarkan menurut nilai moral dan pertimbangan kemanusiaan. Pedagang yang tidak mematuhi etika ini akan terkena sangsi. Perbuatan menjatuhkan perdagangan orang lain dianggap sebagai tindakan yang menyalahi aturan. Sekali namanya sudah rusak, selamanya orang tidak akan mempercayainya lagi.



Meskipun kasih sayang dan sikap patuh tidak dapat dinilai dengan uang, kekayaan akan dapat memberikan kebahagiaan dan meningkatkan status sosial keluarga dalam masyarakat.


Beberapa faktor yang memotivasi keberhasilan orang Cina adalah kemiskinan, perasaan kurang aman, kemampuan bertahan hidup di tempat orang, tidak ada pilihan, dan ajaran falsafah yang didapat sejak kecil.


Dalam sistim sosial orang Cina, anak laki-laki adalah ahli waris keturunan. Salah satu cara menunjukkan penghormatan kepada kedua orangtua dan mengangkat martabat keluarga adalah dengan menjadi kaya. Satu-satunya cara menjadi kaya adalah melalui kegiatan perdagangan.


Uang tidak pernah jadi penghalang. Asal ada kemauan, pasti ada jalan. Jika belum ketemu jalan, buatlah jalan.


Petuah untuk berhasil dalam bidang perdagangan adalah dengan menjadi pedagang yang jujur, terpercaya, dan memudahkan urusan.

Untuk menjadi pedagang yang berhasil, harus mampu meyakinkan pelanggan.

Pedagang Cina tidak takut dan tidak pelit untuk mengeluarkan sedikit biaya tambahan asal mereka dapat 'menangkap' dan memikat hati pelanggannya.


Kesabaran itu memang pahit, tapi buahnya sangat manis.

Jika ketekunan digabungkan dengan tekad yang kuat dan diperkuat dengan KESABARAN niscaya akan menjadi asset yang cukup berharga bagi siapa saja yang ingin melibatkan dirinya dalam perdagangan.

Kebanyakan usahawan Cina yang sukses bekerja sekurang-kurangnya 18 jam sehari.


Beberapa ciri yang menunjukkan seseorang itu memiliki bakat berdagang : mukanya bulat, enak dipandang, badan berisi, dahi cerah dan luas, serta begitu bergairah terhadap uang.


Emas yang tersembunyi hanya dapat ditemukan oleh seseorang yang gigih mencari dan menggalinya.


Orang Cina tidak mencari-cari alasan. Mereka berusaha menghilangkan alasan apa pun dan menjauhkan diri dari pendapat-pendapat negatif (yang tidak membantu mereka).


Pandai atau tidaknya seorang pedagang hanya dapat diketahui setelah dia berhasil mengatasi segala rintangan yang menghadang di dalam perdagangan yang beresiko tinggi.


Sekali melangkah, mereka akan terus melangkah. Tidak ada kata mundur.


Orang Cina percaya, nasib buruk dapat diubah. Sial dan malang dapat dibuang dan digantikan dengan nasib baik.


Masalah adalah batu loncatan, dan bukan penghalang sebuah keberhasilan.


Pedagang tidak harus cerdik dan memiliki otak yang cerdas. Yang diperlukan adalah KEBERANIAN menghadapi tantangan apa pun yang datang.


Kedinamisan dalam masyarakat Cina berkaitan erat dengan sikap mental orang Cina, fleksibel, mudah beradaptasi, menyesuaikan diri dengan perubahan iklim ekonomi dan perilaku pasar.


Pedagang Cina biasanya tutup buku pada setiap akhir tahun. Suatu perdagangan dikatakan berhasil jika pada akhir tahun itu mencatat keuntungan. Para pedagang Cina akan menyelesaikan utang tiga hari menjelang tahun baru.


Pedagang pamali, tidak boleh mengatakan sesuatu yang tidak baik ketika memulai babak baru perdagangannya.


Lokasi perdagangan yang dianggap baik adalah yang memiliki kemudahan memarkir kendaraan, angkutan umum, dan dekat dengan pusat administrasi pemerintahan.


Feng Shui adalah ilmu sains dan geografi yang digunakan orang Cina untuk mencari tempat membangun usaha perdagangan dan rumah kediaman.


Impian hanya tinggal impian jika pedagang terus bertahan di batas bawah dan tidak mau mengubah sikap mental dan tindakan.


Orang Cina mewujudkan impiannya dengan menyusun strategi untuk memperkecil risiko kerugian, memperbaiki kedudukan dan masa depannya.


Pedagang harus memiliki daya tahan dan semangat juang yang tinggi, tidak mudah takluk pada keadaan, tetapi berusaha membuat keadaan tunduk pada kehendak mereka.


Modal, bukan penentu utama untuk berhasil atau tidaknya perdagangan. Kadangkala modal yang sedikit diiringi dengan pengetahuan seluk beluk perdagangan yang mantap dapat membuat pedagang berhasil.


Tidak ada yang lebih memuaskan hati dan memberikan motivasi kepada pedagang selain menjadi bos sendiri dan orang lain.


Mereka yang sudah memiliki tekad untuk berdagang tidak perlu membuang waktu membuat perencanaan yang rapi, memikirkan resiko, dan mempertimbangkan untung rugi. Yang diperlukan adalah tindakan nyata setelah memikirkan strategi dagang yang terbaik.


Perjalanan seribu batu dimulai dengan langkah pertama.


Keberhasilan orang Cina bukan disebabkan keahlian mereka dalam bidang perdagangan melainkan hasil kerja keras, kesungguhan, keberanian, keyakinan, perencanaan, keringat, air mata, dan pengorbanan yang turut melibatkan seluruh anggota keluarga.


Orang Cina rela menebalkan muka, menahan caci maki orang lain, dan hidup sederhana. Setiap sen yang diperolehnya digunakan dengan sangat hati-hati.


Jika ingin mencari rekan bisnis, carilah orang yang dapat dipercaya. Teman dekat belum tentu menjamin bahwa dia akan setia dan tidak akan mengkhianati temannya.


Agar keuntungan terus bertambah, sebagian keuntungan disumbangkan kepada yang membutuhkan, sebagian digunakan untuk investasi kembali.


Wawasan bisnis orang Cina : Kesulitan, kepedihan, keletihan, tidak pernah melemahkan pedagang yang berwawasan. Dalam perdagangan, ada waktunya muncul dan tenggelam. Jika tenggelam, harus muncul kembali, jika jatuh harus cepat bangun lagi dengan kekuatan yang baru.

Kamis, 05 Mei 2011

5 Langkah Mengetahui Sumber Produk Minimarket

DE BISNIS: Bagi pemilik Toko atau Mini Market, sumber produk yang di jual adalah rahasia tersendiri. Sementara bagi orang yang ingin memulai bisnis ini sangat memerlukan informasi ini. Namun jangan kawatir kali ini saya akan memberikan 5 langkah yang harus dilakukan untuk mengetahui sumber produk-produk yang akan Anda jual di dalam mini market nanti.

Supaya bisa dikatakan sebagai toko atau mini market, tentu saja harus ada produk atau barang di dalam sebuah bangunan tersebut. Akan tetapi bagi orang yang baru memulai bisnis ini, tidak gampang untuk mengetahui sumber-sumber barang tersebut. Para pelaku bisnis ini menempatkannya sebagai rahasia tersendiri.
Secara umum bisa aja dikatakan ‘ya..dari agent atau penyalur donk!’ Akan tetapi coba Anda bertanya lagi dimana alamat agen-agen tersebut ? Bingung alias tidak tahu kan! Apa lagi tidak ada orang yang akan memberi daftar para agen lengkap dengan alamatnya plus nomor telponnya untuk Anda.
Berkisah mengenai hal ini saya ingat pengalaman yang pernah saya alami.
Sekitar tahun 2003, saya telah “terusir” dari kios dalam rumah sakit yang selama itu menjadi saksi bisu kegiatan usaha. Belum sempat berpamitan dengan baik-baik, datang si “boss’ meminta kunci kios tersebut. Rupanya mereka ingin cepat-cepat memanfaatkan peluang yang selama ini saya nikmati. Dengan rasa senang saya berikan kunci tersebut.
Tidak berselang lama, datang si “boss ke 2” meminta alamat para penyalur lengkap dengan nomor telephone-nya. Maka dengan senang hati saya menjawab…”Maaf! kalau yang satu ini tidak bisa saya berikan. Silahkan Anda berjuang mencari sendiri!”
Pengalaman saya, untuk bisa mendapatkan sumber produk tersebut saya harus melakukan 5 langkah seperti ini:
  1. Mengingat, bahkan mencatat dalam daftar panjang nama-nama teman-sahabat-relasi saya selama ini. Setelah itu barulah saya memilah daftar tersebut berdasarkan pekerjaan atau aktifitas mereka. Tanpa saya sadari dapatkan beberapa orang yang pernah dan sedang bergelut dengan dunia marketing / sales. Mereka-mereka itulah yang menjadi sumber informasi saya.
  2. Mencoba memanfaatkan buku telpon atau yellow pages kata orang. Sebenarnya buku tersebut lumayan lengkap karena telah dikelompok-kan nomor telephone berdasarkan jenis bisnis yang sedang berlangsung di daerah tersebut.
  3. Mendatangi pusat-pusat perbelanjaan. Ada dua tempat besar yang pernah saya datang yakni Mall dan Pasar tradisional. Sebenarnya disini berkumpul berbagai agen atau penyalur barang. Anda bisa perhatikan mobil-mobil pengantar barang yang berjejer di sekitar lokasi tersebut. Anda bisa mendatangi mereka satu persatu untuk menanyakan jenis barang dan alamat mereka masing2.
  4. Mendatangi lokasi pergudangan. Rata-rata peraturan daerah sekarang mengatur tentang lokasi penyimpanan barang alias gudang. Jadi kebanyakan para agen atau penyalur barang berkumpul di suatu lokasi yang di sebut pergudangan.
  5. Memanfaatkan sales. Cara ini cocok bagi Anda yang telah berhasil membuka toko atau mini marketnya. Tentu saja akan mendapatkan sumber barang dengan gampang melalui para tenaga penjualan yang mendatang toko. Bisa ditanyakan sumber barang-barang tertentu. Dan mereka biasanya kalau bukan barang kompetitor akan berusaha menghubungkan kita dengan penyalur yang terkait.
Okey, tentunya sakarang Anda tidak perlu bingung tentang, dari mana barang-barang-nya karena cukup melakukan bertanya kepada rekan yang bergerak dibidang marketing sejenis, memanfaatkan buku telpon, mendatang pusat-pusat perbelanjaan, mendatang lokasi pergudangan, terak hir manfaatkan tenaga sales yang mendatangi toko anda.
Jadi sebenarnya banyak cara  untuk bisa mengetahui sumber barang-barang yang akan di jual di toko atau mini market Anda nantinya. Salah banyak-nya yang saya ungkapkan melalui 5 langkah mengetahui Sumber Produk Mini Market ini.
Mungkin anda masih punya teknik lain ?
Selamat mencari tahu

Persiapan Mendirikan Minimarket

Untuk mendirikan Toko Klontongan atau Mini Market, kita harus mengetahui beberapa Persiapan awal yang harus dipelajari terlebih dahulu, sehingga ide bisnis toko yang akan di jalankan bisa berjalan dengan sukses kelak.
Saya ingat betul apa yang terjadi dulu ketika pertama kali memiliki ide merintis usaha toko saya. Tidak ada yang membimbing, semua saya jalankan berdasarkan beberapa teori managemen yang pernah saya pelajari dibangku sekolah serta beberapa buku yang menjadi bacaan.
Namun yang jelas, kalau ingin mendirikan atau membuka usaha ini ada beberapa hal yang perlu di dalami untuk dipahami sebelumnya
  1. Alasan kita mau menjalankan usaha toko. Bagi kebanyakan orang , menganggap bahwa bisnis ini mudah dan enjoy saja. Perlu diingat bahwa bisnis mini market, adalah sebuah bisnis yang penuh tantangan, karena konsep dagang yang sukses adalah jual jasa. Jasa pengadaan kebutuhan hidup konsumen. Jadi sangat penting penciptakan alasan yang kuat dan jelas dalam berbisnis
  2. Kenali kemampuan pribadi. Baik bakat atau minat harus kita tumbuh kembangkan. Disamping itu jangan lupa mencari tahu kekuatan modal yang kita miliki, baik modal uang atau non uang
  3. Lokasi yang berpotensi. Untuk hal ini tidak gampang untuk menetapkan sebuah lokasi yang sesuai dan berprospek untuk membuka bisnis ini. Tapi bisa dipelajari dengan menggunakan ungkapan kebanyakan orang tentang lokasi yang strategis.
  4. Pelajari situasi lingkungan. Dengan mencari tahu dan memahami lingkungan yang bakal tempat usaha, niscahya akan sanga membantu dalam meprediksi kemampuan bisnis mendatangkan profi.
  5. Sumber produk. Jauh-jauh hari ada baiknya dicari tahu tentang sumber barang-barang yang akan dijual. Jangan seperti saya dulu setelah usaha berjalan baru mencari tahu.
  6. Mempersatukan persepsi bisnis dengan keluarga. Tidak jarang orang terdekat kita yang menjadi penghalang kesuksesan bisnis yang kita jalankan. Sebenarnya karena kurang komunikasi saja
Dengan mencari tahu tentang ke enam hal tersebut diatas maka proses membuka toko sebagai bisnis akan menjadi terasa lebih mudah dan praktis

Alasan Mendirikan Minimarket

Dalam melakukan segala sesuatu pasti ada alasan yang mendorong atau memotivasi. Demikian pula kalau ingin terjun di bisnis mini market, kita harus memiliki sebuah alasan yang tepat dan jelas, kenapa mau mendirikan bisnis mini market. Meskipun kita sudah melakukan persiapan awal akan terasa kurang kekuatan yang ada apa bila hal ini dilupakan.
Dulu ketika saya memulai berbisnis toko, terus terang tidak pernah terpikir akan satu hal ini. Yang penting saya ingin memperoleh jalur khusus dimana tidak perlu lagi terganggu oleh perintah orang lain sebagaimana layaknya bekerja pada orang lain.
Tapi kini setelah menelaah ternyata ada beberapa alasan yang cukup layak untuk mempertimbangkan bisnis mini market sebagai salah satu pilihan.
  • Liquiditas bisnis sangat bagus. Bisnis ini merambah end user dengan perputaran uang cash yang tinggi.  Dengan kondisi tersebut tentu saja harapan hidup bisnis akan lebih terjamin karena akan selalu dibutuhkan kehadirannya oleh konsumen serta di dukung kondisi keuangan yang sehat tentunya.
  • Margin keuntungan yang sangat bisa diharapkan berkisar antara 7-15 persen dari omzet. Bayangkan dengan return yang kita peroleh dari bank-bank konvensional sekarang ini. Apa yang bisa diharapkan dengan 3% atau 5% setahun, ditambah dengan minimal saldo yang mengikat.
Dalam praktek sehari-hari saya bisa meraup keuntungan 9% dari omzet penjualan. Meski demikian saya punya keyakinan bahwa bisnis ini bisa memberikan tingkat keuntungan berkisar antara 7% sampai dengan 15% dari penjualan.
Bukan sebuah rahasia lagi kalau dua faktor tersebut diatas sering menjadi motor penggerak seseorang melakukan bisnisnya. Dengan mengetahui tingkat liquiditas sebuah bisnis, maka seseorang bisa memprediksi kelangsungan hidup bisnis yang akan dilakukannya.
Meski saya tempatkan sebagai faktor kedua, namun sebenarnya kemampuan sebuah bisnis mendatangkan profit sering menjadi alasan pertama seseorang. Berapa untungnya? Besar nggak hasilnya? itulah pertanyaan yang sering terlontar dari mulut kita kalau melakukan sesuatu yang berkaitan dengan bisnis. Lumrah and normal adanya. Jadi sangat penting diketahui tingkat margin keuntungan yang bisa dipetik dari bisnis yang akan dilakukan.
Untuk bisa tetap eksis suatu bisnis harus bisa mendatangkan keuntungan. Jadi sebelum melakukan atau terjun di bidang tersebut tanyakanlah kemampuan bisnis tersebut dalam menghasilkan profit bagi kita. Minimal break event point-lah baruhlah memikirkan ada kemungkinan over tidak.
Masing-masing orang bisa memiliki alasan yang berbagai macam sehingga berbeda-beda pendapat. Semua toh kembali kepada situasi dan kondisi pada saat ingin action. Akan tetapi saya sangat menggaris bawahi bahwa tingkat liquiditas dan kemampuan sebuah bisnis mendatangkan keuntungan sangat penting untuk dipertimbangkan lebih awal sebelum melaksanakan sebuah rencana bisnis terutama dalam keinginan mendirikan mini market.

Rabu, 04 Mei 2011

Sarungan tapi penghasilan menggiurkan

Last Updated on Monday, 2 May 2011 09:56 Written by Pakde Cholik Tuesday, 3 May 2011 04:00
Kemarin siang sekitar pukul 2.46 Wib saya menerima email dari seorang sahabat yang nadanya bertanya dan sekaligus minta tips tentang bisnis online. Dibawah ini saya cuplikkan isi email tersebut.
Pakdhe aku mau tanya nech…..kalo ngga salah Kang …… kan sampai resign dari kantornya demi untuk konsentrasi ke bisnis onlinenya…kalo boleh tau bisnis onlinenya apa sech? apa penghasilan dr bisnis onlinenya ini melebihi gajinya sampai dia berani ambil keputusan seperti itu?? Apa yang orang2 bilang bahwa bisa menghasilkan uang banyak tanpa keluar rumah itu benar pakdhe? Kalo boleh tau kisaran penghasilannya berapa?
Sudikah kiranya Pakdhe memberikan tips-tips untuk kami, supaya bisa menghasilkan dollar yang bunyinya cring-cring itu heheheh………..
Saya sudah memberikan jawaban secara singkat , namun agar para sahabat yang lain juga mengetahui walau sedikit tentang bisnis online tersebut maka secara garis besar akan saya berikan gambaran tentang apa yang saya lakukan sehingga walaupun belum begitu banyak tetapi sudah menghasilkan cring..cring..cring. Inilah point-pointnya.
.
1. Apakah benar bahwa kita bisa menghasilkan uang banyak tanpa keluar rumah.
Apa yang dbilang orang diatas benar adanya karena saya telah membuktikannya. Tanggal 1 Mei kemarin gaji saya sudah dikirim oleh pengelola Google adsense melalui Wstern Union. Gambar dibawah ini adalah  payment history yang saya ambil dari akun google adsense saya. Sebagai peserta adsense pemula saya menerima 144.79USD. Tetapi dluar sana sudah banyak blogger yang mendapat penghasilan ribuan USD, tentu melalui perjuangan panjang,kesabaran,ketekunan dan kerja keras.
Payment history.
2. Setelah mengikuti program Google adsense apakah dolar akan mengalir grojog…grojog..grojog ke kantong kita ?
Mimpi !! Tidak, khususnya untuk saya pribadi. Harap sahabat ketahui, bulan Desember 2010 saya baru mendapat 5 USD. Kemduian meningkat sedikit demi sedikit.
- Januari 2011 – 18.15 USD
- Februari 2011 – 44.78 USD
- Maret 2011 – 76.78 USD, dan
- April 2011 – 233 USD (akan dibayar bulan Mei 2011 – jika tidak aha perubahan)
Tentu diluar sana, para master, peningkatan penghasilannya lebih cepat dan lebih besar. Tetapi saya yakin semuanya diawali dari yang kecil.
3. Apakah penghasilan diatas berasal dari satu blog ?
Awalnya saya hanya mempunyai satu blog yaitu blog berbahasa Indonesia. Kemudian artikelnya saya trash semua dan diganti dengan artikel berbahasa Inggris untuk selanjutnya diikutkan dalam program adsense. Saya bukan jagoan bahasa Inggris tetapi saya bisa memafaatkan alat yang bisa merubah draft bahasa Indonesia menjadi bahasa Inggris. Dia adalah Google translator. Hanya saja hasil terjemahan google itu perlu diotak-atik dan diatur agar agak enak dibaca dan agak benar.
Karena saya ingin cepat dapat dolar agak banyak, maka saya membuat blog-blog baru baik membeli domain baru dan membuat  blog baru sama sekali maupun membeli blog yang sudah jadi dari sahabat.
Sebagai gambaran saya mempunya 4 blog iklan lowongan kerja, 4 blog toko online berafiliasi dengan amazon.com ( hasilnya belum menggembirakan), 1 blog khusus untuk menulis review, dan 10 blog adsense. Blog adsense belum semuanya menghasilkan karena masih relatif baru. Total ada 19 blog yang gunakan untuk mencari uang laki-laki. Ini adalah investasi jangka panjang. Disinilah kesabaran, ketekunan dan kerja keras diperlukan.
4. Apakah dengan hanya 1 blog bisa menghasilkan dolar banyak ?
Bisa dengan ayarat blog itu PRnya agak tinggi, minimal PR 3 ,  kontennya selalu unik dan fresh, trafficnya banyak, penempatan iklan yang yahud, penggunaan keyword yang nge joss, dan blog selalu dioptimasi (SEO)  serta dipromosikan secara online dan offline  sehingga selalu berada pada posisi ngetop di Google. Ini juga perlu kerja keras dan keahlian tertentu.
5. Selain program adsense, apalagi yang bisa menghasilkan dolar.
Banyak,  antara Lain :
1. Paid review, kita menulis sebuah review yang ditugasi oleh sebuah situs. misalnya blogvertise, buyblogreview,sponsored reviewsdll. Sekali review ada yang dibayar 10-20$ ada juga yang eceran antara 3-5 dolar dan ada juga yang lebih besar.
2. Program Affiliasi,.
3. Jualan link
dll.
6. Ternyata untuk mendapatkan dolar juga perlu modal ya pakde ?
Benar sekali. Kita juga perlu keluar biaya antara lain untuk
a. Membeli domain.
b. Sewa hosting
c. Membeli buku-buku tentang bisnis online.
d. Jika kita merasa mengalami kesulitan, kita bisa juga minta bantuan sahabat yang bergerak dalam jasa pengurusan akun,membuat blog, dll.  Fee untuk jasa ini tak terlalu mahal kok.
.
Itulah sahabat garis besar pengalaman saya dalam mengikuti program bisnis online.
Kita tak perlu bermacet ria dijalan raya. Dirumah dengan sarungan tapi penghasilan menggiurkan juga bukan hil yang mustahal. Asaaaaaaaal….kerja keras, tekun,sabar dan tak putus-putus berdoa.
Bagi sahabat yang ingin menambahkan kisah pengalamannya  tentang bisnis online  dan menambah tips dan tricks dipersilahkan lho.
Semoga bermanfaat.
Salam hangat.

Minggu, 01 Mei 2011

Peluang Usaha Toko Online

Oleh : Ayesha
Jumat, 13 Februari 2009 00:33 WIB
.
Bapak Al Arif di blognya 'Peluang Usaha dan Bisnis' , memberi tips-tips berikut ini tentang membangun Toko Online.

 
Tahun 2008, saya yakin pemanfaatan media internet di Indonesia untuk pemasaran produk akan semakin meningkat. Selain karena jumlah mereka yang ‘melek’ internet meningkat, juga karena banyaknya media dan wadah pembelajaran online marketing. Ebook-ebook tentang bisnis internet semakin banyak. Kursus-kursus pemasaran internet bermunculan. Belum lagi liputan media massa terhadap pelaku bisnis berbasis online. Saya sendiri dan tim saya pernah diliput Majalah SWA, Majalah Pengusaha, Majalah DUIT, Majalah Bisnis Kita, Tabloid Kontan, Koran Malang Post, dll. Peluang usaha Toko Online adalah salah satu peluang usaha yang bisa Anda coba. Toko online yang saya maksud adalah website yang digunakan oleh pelaku bisnis untuk memasarkan produknya. Produk bisa berupa barang atau jasa. Tapi, di tulisan ini saya ingin lebih fokus pada produk barang.
Bagaimana agar sukses di usaha toko online?
Berapa banyak toko online di Indonesia yang pernah Anda lihat? Berapa diantara mereka yang sukses? Tidak semua sukses bukan?

Kunci Sukses Membangun Toko Online
1. Membangun Tim
Ingin seberapa besarkah toko online Anda, bangunlah tim yang sesuai. Jika bermodal kuat, rekrutlah orang-orang yang berkompeten. Jika sudah beristri, Anda bisa menjadikan istri sebagai tim Anda. Orang-orang dekat Anda (saudara) juga bisa menjadi tim Anda. Memberikan pekerjaan kepada orang dekat bisa menjadi kekuatan spiritual yang membuat Anda sukses. Jika tidak memungkinkan membangun tim, mulailah seorang diri. Anda bisa merangkak dari bawah hingga Anda mampu dan siap merekrut tim yang tangguh.
Tanpa tim, usaha kita tidak akan berkembang dan bertahan lama.

2. Membuat Website yang Menjual
Website adalah pilar utama promosi Toko Online. Anda harus punya website sendiri. Bukan web gratisan. Sebaiknya berakhiran .com atau .net, karena ini yang sudah populer di masyarakat. Toh, biaya tahunan domain hosting hanya Rp 200.000. Website Anda harus bisa ‘menjual’. Artinya website Anda tersebut harus bisa mewakili Anda untuk menjadi sales yang memikat bagi pembeli. Website Anda harus bisa meyakinkan pengunjung bahwa Anda layak diajak bertransaksi. Cantumkan alamat jelas dan no telp yang mudah dihubungi. Cantumkan foto-foto produk dan foto-foto lain yang membuat pengunjung semakin percaya dengan Anda.
Website Anda harus terindek di search engine, dan mudah ditemukan untuk keyword yang berhubungan dengan produk Anda. Gunakan script toko online yang search engine friendly. Tidak semua script toko online ramah dengan search engine. Karena itu, saya lebih suka menggunakan blog untuk jualan online daripada script yang tidak ramah dengan mesin pencari. Dan saya rasa blog cocok bagi pemula. Apalagi untuk produk-produk yang harganya mahal dan tidak bisa order online secara langsung. Bisa juga blog menjadi web pendukung bagi toko online Anda.


3. Promosi Tepat
Siapa calon konsumen Anda ? Dimanakah Anda akan menemukan mereka ? Cara cepat dan tepat menemukan konsumen adalah dari search engine (google, yahoo, dll). Disinilah pentingnya SEO (search engine optimization).
Promosi yang lain adalah di iklan baris, iklan di web yang banyak pengunjungnya, PPC ataupun komunitas online. Tentu saja harus kembali lagi “Siapa Calon Konsumen Anda”.


4. Pelayanan
Lakukan pelayanan yang baik. Kecepatan pelayanan salah satu kunci utama. Bermitralah dengan jasa pengiriman barang terpercaya. Garansi produk juga penting. Jika usaha Anda bertambah besar, bentuklah tim yang tangguh.


5. Mental Wirausahawan Sukses
Usaha toko online adalah sama dengan usaha lainnya. Miliki mental wirausahaan yang sukses, antara lain :
- Pantang menyerah. Di bisnis apapun, kendala pasti ada.
- Sabar. Produk Anda mungkin laku di hari pertama, mungkin juga di tahun pertama.
- Berani menghadapi resiko. Resiko pasti ada. Tinggal bagaimana kita menghadapinya.
- Selalu mencari peluang. Boleh jadi bisnis pertama Anda gagal. Tapi itu bukan akhir segalanya, kan?
  Peluang usaha toko online masih banyak. Silahkan cari peluang yang sesuai dengan Anda.
     

6. Belajar Seperlunya Peran seperti apa yang Anda inginkan di toko online Anda? Itulah yang harus Anda pelajari. Anda tidak harus mempelajari semuanya.
Misalnya, Anda ingin memasarkan produk. Yang perlu Anda pelajari internet marketing dan dasar-dasar membuat web/blog (tidak harus ahli html). Bidang-bidang lain, bisa Anda serahkan ke tim Anda (produksi barang,pengiriman,promosi offline, dll).


7. Berbuat Baik dan Beramal
Perbuatan baik dan infaq-shodaqoh-zakat berbanding lurus dengan profit usaha Anda. Hal ini telah ditegaskan di Kitab Suci. Uang yang kita ‘keluarkan’ akan dibalas puluhan, bahkan ratusan kali lipat. Bisa hari itu juga, tahun depan atau minimal di akhirat. Saya sendiri sudah membuktikan hal ini. Dan ini berlaku untuk semua bisnis. Nah… Itulah tips dari saya. Ini berdasarkan pengalaman pribadi lho.
Lalu, sebenarnya berapa sih potensi penghasilan peluang usaha toko online ini? Wah, kalau yang ini tergantung produk, penjualan dan bagaimana Anda mengembangkan bisnis tersebut. Bagi Anda yang sudah berbisnis online, pasti sudah bisa memperkirakan. Bagi Anda yang belum bisnis online, percaya saja bahwa potensinya di luar perkiraan Anda saat ini (…ehm?)
Al Arif 
©2008
'Peluang Usaha Toko Online'
http://bisnis.pengusahaindonesia.com/peluang-usaha-toko-online.htm

Gratiskan Jualan Anda !

Oleh : AA
Rabu, 07 Oktober 2009 17:19 WIB
.
“Cara jualan kamu kuno !” Demikian kata seorang pengusaha senior kepada saya ketika kami sedang berbuka puasa bersama, bulan Ramadan lalu. Saya tergagap. Wah, baru kali ini ada yang mengatakan demikian tentang model bisnis saya. Tapi berhubung beliau jauh … jauh … jauh … lebih berpengalaman dibanding saya, dengan usaha yang skala nya ratusan kali lipat usaha saya, saya tidak punya pilihan lain selain mendengar kritikan beliau. Saya menahan nafas menunggu kalimat beliau berikutnya.

Beliau menambahkan, “Kalau kamu bisnis IT, nyuruh pelanggan beli produk, itu bisnis jaman dulu”. Saya mulai paham. Karena beberapa pelanggan saya ada yang memang menggunakan pola pembayaran bulanan atau sewa. Tidak mau kalah saya langsung berkomentar: “Kalau sewa atau bayar biaya bulanan bagaimana Pak?” Beliau menjawab: “Itu lebih baik. Tapi itu sekarang juga sudah kuno!” Nah ini bikin saya kaget lagi. “Yang gak kuno gimana dong Pak?”, saya makin penasaran. “Yang gak kuno itu kalau pelanggan gak usah bayar !.” Nyaris saya lompat dari kursi. Gratis? Musti bayar gaji karyawan dari mana? Beliau hanya tertawa-tawa, membuat saya makin penasaran.

Seolah “Law of Attraction” bekerja keras untuk saya. Dua minggu kemudian tanpa sengaja saya nemu buku baru karya salah satu penulis favorit saya Chris Anderson, judulnya: “Free: The future of radical price”. Ya, pengusaha senior tadi ternyata benar! Masa depan ternyata ada pada harga nol, alias gratis. Pelanggan gak usah bayar.

Semua Serba Gratis
Tidak dapat disangkal, virus gratis memang sudah menjalar kemana-mana. Kita sekarang bisa dengan mudah mengakses internet di mall-mall melalui infrastruktur hot-spot gratis. Saya menggunakan laptop dengan OS Linux Ubuntu yang dibagi-bagikan gratis oleh Canonical, mengetik dengan word-processor OpenOffice yang disediakan gratis oleh Sun Microsystem, menggunakan browser Firefox yang gratis, menggunakan layanan email gratis dari Google, chatting gratis melalui Yahoo Messenger dan mengakses jaringan seperti Facebook secara gratis. Malah kalau online nya di bandara, kopi yang menemani saya online pun gratis, komplimen dari lounge yang disponsori penerbit kartu kredit yg saya pakai. Chris Anderson malah mengetik seluruh isi buku nya melalui aplikasi Google Docs, word processing gratis yang disediakan online oleh Google.

Tunggu … kenapa yang gratis hanya layanan-layanan yang terkait dengan internet? Oh tidak. Diluar itu Anda juga dengan mudah menemukan produk atau layanan gratis atau sangat murah. Memang tidak semua sudah tersedia di Negara kita. Beberapa tahun lalu, kalau ingin pasang antenna parabola di rumah, kita harus membayar cukup mahal. Sekarang antenna parabola “dipinjamkan” oleh provider layanan siaran TV melalui satelit. Modem bisa kita peroleh gratis jika kita berlangganan broadband. Hampir semua penerbit kartu kredit sudah menggratiskan iuran tahunan-nya. Low cost airlines telah merevolusi dan mempelopori penjualan tiket pesawat terbang sangat murah atau bahkan gratis. Di Negara-negara maju, daftar produk gratis ini semakin banyak. Anda dapat memiliki handphone dengan gratis, tentu dengan kontrak berlangganan tertentu. Memiliki laptop gratis, dengan berlangganan akses broadband. Singkat kata semua ada versi gratis nya, bahkan mobil gratis pun ada. Kalau majalah gratis sudah sangat biasa, Di Tokyo, malah ada toko yang menyediakan 5 item gratis untuk setiap pengunjungnya, mulai dari lilin, mie instan, sampai krim wajah.

Makan Siang Gratis Memang (Pernah) Ada
Anda tentu pernah mendengar ungkapan “tidak ada makan siang gratis”. Ungkapan ini sebenarnya berasal dari jaman Cowboy di Amerika Serikat. Pada waktu itu banyak Saloon, tempat nongkrong orang Amerika jaman dulu, yang menyediakan makan siang gratis untuk menarik pengunjung. Makan siang nya memang benar-benar gratis. Tapi pengunjung harus bayar mahal untuk yang lain-lain, seperti minuman, permainan kasino, sewa kamar, dsb.
Bagi-bagi produk gratis juga awalnya dilakukan oleh King Gillette, pencipta silet cukur pertama di dunia. Jaman dahulu pria bercukur dengan pisau cukur lipat yang tidak praktis, harus sering di asah, dsb. Ide menggunakan pisau cukur super tipis yang tidak perlu diasah, tapi dibuang jika sudah tumpul, adalah ide baru yang awalnya sulit dipahami. Gillette pun membagikan secara gratis sebagai marketing gimmick produk lain, dengan harapan pengguna baru yang menyukai ide ini selanjutnya akan membeli. Misalnya bekerjasama dengan bank, pisau baru Gillette dijadikan bonus bagi pembuka rekening tabungan. Dan Gillette benar, lambat laun pisau cukur Gillette dikenal dan kemudian mendunia hingga hari ini.

Jell-O, dessert paling popular di Amerika juga awalnya sulit untuk dijual. Peter Cooper, penemu makanan dari gelatin ini kesulitan memperkenalkan produk baru nya. Baru setelah produk ini dipasarkan oleh genius pemasaran dan orator Francis Woodward, Jell-O menemukan tempatnya di pasar. Woodward bukan membagikan produk ini secara gratis. Namun mencetak dan membagikan buku resep gratis untuk memberi ide kepada calon pelanggan, bahwa Jell-O sangat praktis dan dapat disajikan dengan berbagai variasi. Woodward yang membeli lisensi Jell-O hanya seharga $450 sukses besar.

Dari Kelangkaan Menuju Keberlimpahan
Model gratis a la Saloon, Gillette dan Jell-O adalah model-model gratis abad lalu, yang hingga sekarang masih sering digunakan. Namun, abad 21 telah menciptakan model bisnis gratis baru. Model bisnis yang digerakkan oleh kemudahan dan teknologi.

Plastik pada awalnya dirancang sebagai produk eksklusif. Riset dan produksinya memerlukan biaya mahal. Plastik juga lebih kuat dan tahan lama disbanding kayu. Jadi sudah selayaknya produk dari plastic dijual mahal. Namun, kita lihat hari ini, plastic demikian berlimpah ada dimana-mana. Plastik pada akhirnya menjadi komoditas yang berlimpah dan murah.

Barang elektronik modern tumbuh pesat setelah transistor ditemukan. Pada awalnya transistor adalah barang langka yang mahal. Tahun 1961 harga 1 buah transistor adalah $ 10. Kurang dari 10 tahun harga nya sudah tinggal $1 sen. Dan hari ini, sebuah microchip yang setara dengan 2 milyar transistor hanya dijual $ 300, atau 0.000015 sen per transistor. Hal yang sama terjadi juga untuk kapasitas penyimpanan disk dan juga bandwidth, yang semakin lama semakin murah. Inilah yang kemudian memicu revolusi digital yang merubah cara pandang pengusaha dalam mencari revenue.

Ketika sebuah produk telah menjadi komoditi yang “terlalu murah untuk dihargai”, maka kita tidak lagi bisa mengandalkan harga produk sebagai sumber revenue kita. Harga sangat terkait dengan kelangkaan, sementara yang kita hadapi adalah keberlimpahan.

Gratis? Dari Mana Uangnya?
Menjalankan usaha memang tetap harus berorientasi pada profit, yang sumber nya adalah revenue dikurangi cost. Model bisnis gratis pada dasarnya melakukan kreatifitas pada sumber revenue, bukan menghilangkan revenue. Jika semula revenue semata dari harga jual, maka dengan prinsip keberlimpahan, kita coba mencari revenue dari sumber lain. Beberapa model bisnis yang ada adalah:

Subsidi Silang Langsung
Ini model generasi pertama. Revenue dari sumber lain memberikan subsidi silang untuk item yang sengaja dibuat lost. Misalnya, gratis handphone, tapi bayar talktime. Gratis antenna parabola, bayar biaya langganan. Gratis software, bayar hardware. Dsb. Termasuk model bisnis yang digunakan Canonical yang membagikan OS Ubuntu Linux secara gratis. Software nya memang gratis, tapi jika perusahaan kemudian butuh jasa konsultasi, training dan implementasi Ubuntu resmi dari Canonical, perusahaan tersebut harus membayar mahal.

Subsidi Pihak Ketiga
Ini model bisnis yang digunakan Radio, TV dan Majalah Gratis. Pelanggan gratis, tapi pemasang iklan bayar. Digunakan juga oleh penerbit kartu kredit yang menggratiskan iuran, tapi memberikan charge yang mahal ke merchant. Diskotik juga menjadi pelopor model ini melalui program “ladies night”. Gratis untuk pengunjung wanita, tapi pengunjung pria membayar.

Freemium
Ini model yang sering digunakan perusahaan konsultan dan teknologi informasi. Gratis untuk versi yang generic, tapi membayar untuk versi premium. Bisa juga divariasikan dengan modul. Untuk modul terbatas gratis, modul yang lebih lengkap bayar. Gratis untuk konsultasi awal, bayar untuk jasa konsultasi yang lebih lengkap. Gratis untuk overview seminar, bayar untuk training yang lebih lengkap.

Nonmonetary
Ini yang 100% gratis. Jasa yang diberikan sama sekali gratis. Imbalan yang diterima penyedia jasa adalah perhatian dan reputasi. Dan dengan reputasi yang semakin meningkat, dikenal dimana-mana, banyak hal yang bisa dilakukan untuk mendatangkan revenue. Musisi yang memberikan karya nya secara gratis dan memperoleh reputasi dan perhatian, dapat menghasilkan revenue dari konser-konser ataupun penjualan merchandise nya.

Sebelum Menggratiskan Jualan Anda
Oke … oke, mungkin kedengarannya masih menakutkan untuk menggratiskan begitu saja jualan Anda. Memang ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum Anda menggratiskan jualan Anda:

Pertama, Sesuaikan dengan model bisnis yg ada sekarang. Anda harus analisa baik-baik dari mana sumber revenue Anda. Secara umum menggratiskan jualan Anda dimaksudkan untuk memperbesar revenue, bukan mengurangi revenue. Kalau Anda jualan baju dan membagi-bagikan begitu saja produk terbaru Anda, sulit dibayangkan untuk mendapat revenue yang lebih besar. Tapi jika Anda member subsidi pada asesoris dan membagikan gratis sebagai gimmick untuk memperoleh pelanggan yang lebih banyak, jauh lebih masuk akal. Atau mungkin yang bisa digratiskan adalah catalog, newsletter atau buku kecil tentang bagaimana memanfaatkan produk Anda secara maksimal.

Kedua, gratis akan efektif jika sifatnya masal, melibatkan crowd yang besar. Karena dengan biaya yang sudah ditetapkan, maka semakin besar pelanggan terlibat, biaya per pelanggan akan semakin kecil hingga nyaris nol. Membagikan software gratis kepada 100 orang atau 1 juta orang akan sangat berbeda. Maka Canonical dengan Ubuntu nya rajin mengirim CD gratis. Dalam ekonomi digital eksistensi produk kita di pasar akan sangat tergantung pada atensi dan reputasi. Gratis adalah senjata untuk mencapai dua hal tersebut.

Saya menutup buka bersama dengan pengusaha senior yang saya ceritakan di depan dengan perasaan puas. Beliau menceritakan dengan detil “resep rahasia” menggratiskan layanan IT beliau, dan tetap memperoleh revenue dari tempat lain. Sebelum kami berpisah, beliau mengucapkan kalimat: “Oh ya, kalau semua sudah gratis, gratis pun jadi kuno. Harusnya pelanggan gak usah bayar, malah dibayar!” Waduh …. (FR)

Sumber : http://fauzirachmanto.blogspot.com/2009/10/gratiskan-jualan-anda.html


Peluang Bisnis Modal Kecil: Budidaya Gurami Lahan Sempit

Seiring dengan menjamurnya pusat-pusat kuliner di kota-kota besar, permintaan terhadap pasokan ikan gurami kian meningkat. Itulah sebabnya budidaya gurami kini banyak dilirik oleh para petani modern. Selain pasarnya sangat prospektif, harganya cukup menggiurkan, juga karena ada pilihan-pilihan fase yang sama-sama memberi keuntungan yang menggiurkan. Baik fase peneluran, pembibitan, pendederan, pembesaran, maupun perdagangannya.
“Kebutuhan gurami di Yogya saat ini 4 ton per malam. Hampir 75% masih didatangkan dari Tulung Agung. Uang yang berputar sekitar 100 juta perhari. Begitu juga di pembibitan, pasokannya kurang terus. Kita masih mengandalkan dari Purwokerto, sebab Yogya baru bisa menghasilkan bibit sendiri sekitar 50% saja. Jadi, ceruk pasar dari bisnis gurami sangat besar,” ujar Among Kurnia Ebo, Direktur PerMina (Perhimpunan Masyarakat Perikanan Nusantara) di PusdikLat PerMina Jalan Gurami Raya No 2 Jambidan, Banguntapan BantuL Yogyakarta.
Fenomena ini menujukkan bahwa gurami adalah potensi bisnis yang luar biasa di tengah banyaknya orang kebingungan hendak berinvestasi di bidang apa. Sebagai bagian dari matarantai bisnis kuliner, gurami menjadi lahan bisnis yang sangat menarik dan prospektif untuk diterjuni.
Oleh karenanya, untuk menangkap peluang tersebut PerMina akan menggelar Diklat Budidaya Gurami Teknik Guba di Lahan Sempit Berbasis Probiotik pada Minggu 24 Oktober 2010 di Kampung Gurami Jambidan, Bantul. Dengan pembicara Budi Suyoto (pembudidaya gurami dan tokoh perikanan Bantul), Usman Wiwied (pelaku trading gurami antar pulau), Among Kurnia EBo (konsultan Teknik Guba) dan Gosis Siswanto (pemasar dan pengembang gurami Albino).
“Bahkan dengan metode tertentu kita bisa panen tiap bulan dengan beberapa kolam saja. Kita bisa punya ATM satu atau dua juta rupiah sebulan hanya dari kolam-kolam kecil. Jadi, sangat efisien sekali,” jelas Among seraya mengatakan bahwa beaya diklat di PerMina hanya Rp 200 ribu dan peserta sudah mendapatkan kartu ID PerMina yang bermanfaat untuk hubungan jaringan gurami secara nasional, makalah, sertifikat, makan, dan juga konsultasi gratis seumur hidup.
Pendaftaran lewat hotline (0274) 9357800 atau ke www.diklatpermina.com.
Teknik Guba memang berbeda dengan sistem konvensional yang selama ini dilakukan para petani tradisional yang kebanyakan mengolamkan ikan dengan ala kadarnya. “Dengan sistem Guba kita akan mencetak petani berwawasan modern dengan aplikasi probiotik sehingga budidaya gurami terasa makin mudah, praktis, sederhana, minim resiko, namun keuntungannya berlipat ganda. Semuanya akan dikupas tuntas termasuk jaringan pemasarannya. Peserta diklat juga akan diberikan pendampingan atau konsultasi gratis seumur hidup,” jelas mantan wartawan Jawa Pos Group ini meyakinkan.
Dijelaskannya, bahwa keuntungan lain metode ini adalah budidaya gurami  bisa dilakukan di lahan-lahan sempit di pojok pekarangan dan dengan modal terbatas.
“Ibaratnya, dengan modal satu juta saja kita sudah bisa mulai action! Dan karena bisa mengoptimalkan lahan sempit maka budidaya gurami bisa dilakukan di tengah kota. Apalagi gurami mensyaratkan air yang menggenang, tidak mengalir, dan lebih bagus dari air tanah yang bebas polusi. Hal ini akan lebih memudahkan dan bisa dilakukan secara sambilan, bahkan oleh ibu rumah tangga,” tandas alumnus Entrepreneur University (EU) Yogyakarta yang Juli lalu memberikan workshop untuk para aktivis sosial dari 13 negara Asia Pasifik bekerjasama dengan  Kementrian Luar Negeri Republik Indonesia.***